Dosen UIN Walisongo Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Gelar Investigasi

Dosen UIN Walisongo Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Gelar Investigasi

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 07 Mei 2026 15:13 WIB
Poster
Ilustrasi. Foto: Edi Wahyono
Semarang -

Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang dosen di UIN Walisongo Semarang viral di media sosial. Korban dari aksi bejat dosen itu disebut ada lebih dari satu mahasiswa.

Kasus itu mencuat usai diunggah akun Instagram @pesan_uinws. Akun itu mengunggah aduan dari mahasiswa yang mengeluhkan sosok dosen yang disebut meresahkan mahasiswi.

"Ki bapak bergitar kok suwi suwi meresahkan to, tulung ditindaklanjut bolo. Sudah banyak korban yang speak up melalui dm mimin," tulis akun @pesan_uinws, dilihat detikJateng Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahan itu diperlihatkan pesan teks pelaku yang diduga dosen itu kepada para mahasiswi. Dalam chat melalui WhatsApp, dosen itu meminta mahasiswi memberikan foto vulgar dan melontarkan pertanyaan yang tidak senonoh.

"Pak, Bpknya tolong berhenti "memplorotkan" masa depan bunga2 suci di taman F***. Tolonglah bpk jangan merusak mahasiswi baik2, tolonglah bpk jangan mengajari mereka hal2 jelek," tulis seorang mahasiswa anonim yang pesannya dimuat di unggahan itu.

ADVERTISEMENT

"Pukul 03.00 dini hari waktunya bpk tidur bukan waktu bpk meminta foto sexy "memplorotkan" kesucian hati anak2 kemarin sore yang takut tatkala menolak permintaan anda," lanjutnya.

Saat dimintai konfirmasi, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo, Yusuf Aditya Pratama, mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dan pengumpulan data terkait dugaan kasus tersebut.

"Secara jelas kita memang belum melakukan rilis kronologinya seperti apa, karena memang kita masih membutuhkan banyak koordinasi," kata Yusuf saat dihubungi detikJateng.

Yusuf menyebut, hingga kini ia belum mendapatkan data pasti jumlah korban. Namun, ia memastikan korban lebih dari satu orang.

"Dari beberapa informasi yang terkait bisa dipastikan lebih daripada satu. (Lebih dari dua?) Iya sepertinya lebih dari dua," ujarnya.

Ia mengungkapkan, DEMA bersama sejumlah pihak di kampus akan membentuk tim investigasi khusus guna menindaklanjuti dugaan pelecehan seksual tersebut. Koordinasi dilakukan dengan Satgas PPKS, tim etik dekanat, hingga pusat studi gender.

"Kami secara tegas tidak memberikan ruang kepada pelaku pelecehan seksual. Kami komitmen menjaga nilai-nilai yang dipegang perguruan tinggi," tegasnya.

Ia menambahkan, pihak kampus juga akan melakukan langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi, salah satunya lewat sosialisasi ke fakultas-fakultas.

Sementara itu, Humas UIN Walisongo Semarang, Astri, juga membenarkan dugaan kasus tersebut. Ia mengatakan, kasus itu tengah menjadi perhatian pihak kampus.

"(Apakah kampus memonitor kasus ini?) Iya, ini jadi perhatian khusus kami juga," kata Astri melalui pesan singkat kepada detikJateng.

Ia mengatakan, saat ini Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo tengah membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan kasus pelecehan seksual tersebut.

"Di sini kan ada pusat studi gender dan anak ya, mereka buat tim investigasi, ya masih proses lah sekarang ini," ujarnya.

Namun, pihak kampus belum bersedia mengungkap identitas maupun fakultas tempat dosen tersebut mengajar. Ia juga tidak memastikan apakah dosen tersebut masih aktif mengajar karena kasus masih dalam tahap penyelidikan.

"Maaf, sebelum dinyatakan bersalah saya nggak bisa nyebut apa-apa yaa," pungkasnya.




(apl/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads