- Karakteristik dan Kandungan Nutrisi Daun Kelor
- 11 Khasiat Daun Kelor untuk Kesehatan 1. Menjaga Kesehatan Tubuh 2. Menjaga Kesehatan Mata 3. Mengurangi Peradangan 4. Antimikroba dan Antifungi 5. Menurunkan Kadar Gula Darah 6. Menurunkan Kolesterol 7. Anti-Bisa 8. Perlindungan dari Keracunan Arsenik 9. Membantu Melawan Kanker 10. Mengatasi Gangguan Pencernaan 11. Mengobati Luka
detikers mungkin pernah mendengar mitos atau kepercayaan lokal tentang daun kelor yang dikaitkan dengan hal-hal mistis, seperti untuk mengusir setan hingga melepas susuk. Terlepas dari mitos tersebut, sebenarnya daun ini termasuk superfood dengan banyak khasiat untuk kesehatan.
Berdasarkan buku Sejuta Manfaat Kelor oleh Reski Amelia, kelor merupakan sejenis tanaman perdu yang memiliki nama Latin Moringa oleifera (M. oleifera). Tanaman ini juga dikenal juga dengan nama merunggai, limaran, moringa, dan malunggay.
Tanaman kelor memiliki pertumbuhan yang cukup cepat, umur yang panjang, berbunga sepanjang tahun, dan tahan dengan cuaca panas ekstrem. Kelor bisa ditemui di daerah tropis dan subtropis, mulai dari Asia hingga Afrika. Namun, tanaman ini diyakini berasal dari Asia Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia, daun kelor kerap dimanfaatkan sebagai sayuran, terutama untuk ibu menyusui. Kini, pemanfaatan daun kelor semakin luas dan beragam, bahkan ada yang mengolahnya menjadi makanan kekinian.
Penasaran dengan khasiat daun kelor? Simak penjelasan tentang 11 manfaatnya yang dirangkum dari buku Sejuta Manfaat Kelor oleh Reski Amelia, Khasiat Jitu Daun Kelor dan Sirih Merah Tumpas Penyakit oleh Dani Hendarto, artikel dari International Journal of Molecular Sciences oleh Pareek, dkk., dan laman Medical News Today, dan laman Healthline berikut ini.
Karakteristik dan Kandungan Nutrisi Daun Kelor
Kelor merupakan tanaman perdu dari famili Moringaceae dan memiliki nama Latin Moringa oleifera. Pohon kelor umumnya memiliki ukuran kecil hingga sedang dengan tinggi batang sekitar 7-11 cm. Pohon kelor juga memiliki batang kayu yang mudah patah dan cabang yang jarang, tetapi memiliki akar yang cukup kuat.
Daun kelor berwarna hijau hingga hijau kecoklatan dengan bentuk bulat telur, berukuran kecil, dan tersusun majemuk dalam satu tangkai. Kelor juga memiliki bunga berwarna putih kekuningan dengan tudung pelepah berwarna hijau. Adapun buahnya memiliki bentuk memanjang dan bersudut-sudut pada sisinya.
Tanaman kelor umumnya tumbuh di ketinggian 300-500 mdpl. Tanaman ini diyakini awalnya tumbuh di daerah Himalaya dan India, kemudian diperkenalkan ke Afrika hingga Filipina di zaman kuno. Kini, kelor bisa ditemui di berbagai penjuru dunia, mulai dari Asia Tenggara, Afrika, Amerika Latin, hingga Kepulauan Pasifik.
Tanaman kelor dijuluki sebagai "miracle tree" atau pohon keajaiban karena memiliki banyak khasiat. Secara tradisional, hampir semua bagian kelor digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan perawatan kecantikan. Namun, bagian kelor yang paling terkenal adalah daunnya.
Daun kelor sendiri ternyata memang memiliki kandungan nutrisi yang melimpah, mulai dari protein, vitamin C, vitamin B6, zat besi, vitamin B2, vitamin A, hingga magnesium. Kandungan vitamin A pada daun kelor bahkan lebih banyak dibandingkan dengan wortel.
Selain itu, daun kelor juga memiliki kandungan vitamin C yang lebih banyak daripada jeruk, kalsium empat kali lebih banyak daripada susu, potasium 3 kali lebih banyak daripada pisang, dan zat besi yang lebih tinggi daripada bayam.
Daun kelor juga memiliki berbagai senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan, seperti flavanoid, terpenoid, tannin, hingga saponin.
11 Khasiat Daun Kelor untuk Kesehatan
1. Menjaga Kesehatan Tubuh
Daun kelor mengandung berbagai senyawa antioksidan, seperti flavonoid, fenolik, karotenoid, hingga asam askorbat. Kandungan tersebut dapat menangkal radikal bebas, sehingga dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Kandungan antioksidan tersebut juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.
2. Menjaga Kesehatan Mata
Daun kelor mengandung beta karoten. Zat ini berperan sebagai antioksidan sekaligus berguna untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah penyakit mata.
3. Mengurangi Peradangan
Kelor memiliki beberapa kandungan yang berperan sebagai anti inflamasi, seperti phenol, alkaloid, flavonoid, karotenoid, vanillin, hingga moringin. Zat-zat anti inflamasi dan antioksidan tersebut memiliki kadar terbanyak di bagian daun.
Kandungan tersebut membuat daun kelor dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi biduran. Caranya, rebus 1-3 gagang daun kelor dengan 1 siung bawang merah, adas pulasari secukupnya, dan 3 gelas air. Rebus sampai mendidih dan menyisakan 2 gelas. Saring hasil rebusan tersebut, lalu minum 2 kali sehari.
4. Antimikroba dan Antifungi
Beberapa bagian kelor, mulai dari akar, daun, hingga bijinya, menunjukkan efek antimikroba. Penelitian terhadap ekstrak daun kelor menunjukkan potensi daun ini untuk menghambat infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri seperti Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Staphylococcus saprophyticus. Sari daun kelor juga menunjukkan potensi melawan bakteri patogen manusia.
Selain itu, ekstrak dari daun, biji, dan batang kelor juga menunjukkan efek penghambatan terhadap berbagai jamur, seperti Aspergillus flavus, Aspergillus terreus, Aspergillus nidulans, Rhizoctonia solani, Aspergillus niger, Aspergillus oryzae, Fusarium solani, Penicillium sclerotigenum, Cladosporium cladosporioides, Trichophyton mentagrophytes, hingga spesies Penicillium.
5. Menurunkan Kadar Gula Darah
Beberapa studi terhadap hewan dan manusia menunjukkan efek kelor dalam membantu menurunkan kadar gula darah. Efek tersebut berkaitan dengan beberapa kandungan pada kelor, seperti quercetin, kaempferol, glucomoringin, asam klorogenat, hingga isothiocyanate.
Efek tersebut membuat daun kelor memiliki potensi untuk mengobati diabetes mellitus. Meski demikian, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas kelor dalam menangani diabetes.
Untuk membantu mengatasi diabetes mellitus, rebus segenggam daun kelor dengan 3 gelas air. Rebus daun kelor hingga mendidih dan tersisa 1 gelas, lalu saring. Air rebusan tersebut bisa diminum 3 kali sehari.
6. Menurunkan Kolesterol
Studi menunjukkan bahwa kelor kemungkinan memiliki sifat antihiperplidemia yang dapat membantu menurunkan kolesterol dan trigliserida. Penelitian menunjukkan bahwa kelor dapat meningkatkan kolesterol HDL (baik) dan menurunkan kolesterol LDL (buruk). Meski demikian, potensi ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Daun kelor pun kerap digunakan untuk membantu mengatasi kolesterol. Caranya, rebus 3-5 gagang daun kelor dengan 3 gelas air. Rebus hingga tersisa setengahnya, lalu saring dan minum 2 kali sehari.
7. Anti-Bisa
Ekstrak daun kelor terbukti efektif melawan bisa ular Naja nigricollis pada tikus. Selain itu, ekstrak daun kelor juga dapat menyembuhkan anemia akut. Meski demikian, penelitian terkait potensi khasiat tersebut terhadap manusia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
8. Perlindungan dari Keracunan Arsenik
Kontaminasi arsenik dalam kadar tinggi pada air dan makanan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kanker, penyakit jantung, hingga lesi kuning. Namun, efek dari arsenik tersebut kemungkinan dapat diatasi dengan daun kelor.
Penelitian terhadap daun kelor menunjukkan bahwa daun ini dapat melindungi dari beberapa efek keracunan arsenik. Meski demikian, efektivitas khasiat ini pada manusia masih perlu diteliti lebih lanjut.
9. Membantu Melawan Kanker
Beberapa bagian kelor, mulai dari buah, daun, bunga, hingga batangnya, menunjukkan efek antikanker, yaitu dengan menghambat pertumbuhan sel tumor. Efek antikanker ini berkaitan dengan kandungan thicarbamate, isothiocyanate, dan niazimincin pada kelor. Hal ini membuat daun kelor berpotensi membantu mengobati beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara.
10. Mengatasi Gangguan Pencernaan
Ekstrak daun kelor memiliki efek laksatif, sehingga dapat membantu mengatasi konstipasi. Selain itu, kelor juga memiliki potensi untuk mengobati beberapa gangguan atau penyakit pencernaan, seperti mengurangi asam lambung hingga mencegah kolitis ulseratif.
11. Mengobati Luka
Ekstrak daun kelor menunjukkan efek daun kelor terhadap penyembuhan luka. Ekstrak daun, biji, dan pulp kelor menunjukkan peningkatan efektif terhadap penutupan luka hingga pengurangan kekuatan robekan di area bekas luka.
Secara tradisional, daun kelor pun kerap digunakan untuk mengobati luka. Caranya, tumbuk daun kelor yang sudah dibersihkan hingga halus. Setelah itu, tempelkan daun kelor tersebut di area yang luka.
Nah, itu dia 11 khasiat daun kelor untuk kesehatan. Semoga bermanfaat, ya!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(sto/apl)
