Mencekam di Kapal Pesiar Setelah 3 Orang Tewas Diduga Karena Hantavirus

Mencekam di Kapal Pesiar Setelah 3 Orang Tewas Diduga Karena Hantavirus

Khadijah Nur Azizah - detikJateng
Selasa, 05 Mei 2026 09:19 WIB
Kapal Pesiar m/v Hondius
Kapal Pesiar m/v Hondius. Foto: Oceanwide Expeditions
Solo -

Wisata menggunakan kapal pesiar yang seharusnya menyenangkan menjadi mencekam di atas kapal MV Hondius. Tiga orang meninggal dunia setelah diduga terjangkit wabah Hantavirus.

Dilansir detikHealth dari BBC, kapal pesiar MV Hondius dioperasikan oleh perusahaan Oceanwide Expeditions. Kapal itu berada di lepas pantai Tanjung Verde dengan membawa 149 orang di atas kapal.

Kejadian berawal pada 11 April lalu. Saat itu penumpang pria dari Belanda mendadak demam, sakit kepala, nyeri perut dan diare. Penumpang itu kemudian meninggal di atas kapal. Jenazahnya baru bisa diturunkan setelah kapal bersandar di St. Helena pada 24 April.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istri penumpang tersebut ternyata juga mengalami sakit dan meninggal dunia. Tidak berhenti sampai di situ, seorang warga Jerman juga meninggal di atas kapal hari Sabtu (2/5) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

Penyebab pasti belum dikonfirmasi laboratorium, namun dugaan Hantavirus muncul setelah seorang penumpang lain, pria warga negara Inggris berusia 69 tahun, dikonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut. Ia saat ini dalam kondisi kritis namun stabil di sebuah fasilitas medis di Johannesburg, Afrika Selatan.

Kini, dilaporkan ada dua kru kapal yang merupakan warga Inggris dan Belanda mengalami gejala pernapasan akut. Satu orang mengalami gejala ringan, sementara satu lainnya dalam kondisi parah. Keduanya membutuhkan perawatan medis mendesak dan direncanakan untuk dievakuasi ke Belanda.

Penanganan masih dilakukan oleh operator kapal, Oceanwide Expeditions. Mereka menyatakan negosiasi dengan otoritas lokal sedang berlangsung untuk menangani situasi ini.

"Kami bukan sekadar judul berita, kami adalah manusia," ungkap seorang vlogger perjalanan yang berada di atas kapal, menggambarkan suasana mencekam dan penuh ketidakpastian bagi para penumpang yang tersisa.

Koordinasi anrara WHO dan sejumlah negara dilakukan untuk proses evakuasi penumpang. Dilakukan juga penilaian risiko kesehatan publik secara menyeluruh bagi seluruh penumpang dan kru yang masih berada di MV Hondius.



(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads