Abu Bakar Ba'asyir turut mengantar jenazah istrinya, Aisyah atau Umi Ichun, ke Permakaman Muslim di Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. Ia didampingi putranya, Rosyid Ridho Ba'asyir, dan Abdul Rochim Ba'asyir, serta Pimpinan Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Yahya Abdurahman.
Pantauan detikJateng, salat jenazah telah dilakukan selepas salat zuhur di masjid Ponpes Islam Al-Mukmin. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan ke Makam Muslim. Sementara itu pelayat terus berdatangan.
Putra almarhum, Rosyid Ridho Ba'asyir, memintakan maaf untuk almarhumah ibundanya kepada khalayak jika ada hal yang kurang berkenan. Dia juga meminta maaf jika ada urusan utang piutang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abu Bakar Ba'asyir saat mengiring jenazah istrinya, Aisyah (Umi Ichun), di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Senin (4/5/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng |
"Kami mohon pada antum semuanya, bilamana ada kata-kata maupun hal-hal atau sikap-sikap yang tidak berkenan di hati antum, mohon dimaafkan," kata Rosyid dalam sambutannya, Senin (4/5/2026).
Abu Bakar Ba'asyir kemudian berjalan terlebih dahulu ke mobil ambulans yang mengantar jenazah sang istri. Kemudian jenazah almarhum diangkat oleh putra-putranya ke dalam mobil jenazah.
Abu Bakar Ba'asyir saat mengiring jenazah istrinya, Aisyah (Umi Ichun), di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Senin (4/5/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng |
Jenazah diberangkatkan dari Ponpes Islam Al-Mukmin ke Pemakaman Islam pukul 15.45 WIB dengan mobil ambulans. Tampak sejumlah kendaraan mengiringi keberangkatan almarhumah ke Permakaman Islam Polokarto.
Di lingkungan ponpes, sejumlah karangan bunga turut berjejer. Karanganyar bunga itu di antaranya dari Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo, Kapolresta Solo, Kapolres Sukoharjo, Dandim 0276/Sukoharjo, dan Bupati Sukoharjo.
Abu Bakar Ba'asyir saat mengiring jenazah istrinya, Aisyah (Umi Ichun), di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Senin (4/5/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng |
Diberitakan sebelumnya, putra almarhumah, Abdul Rochim Ba'asyir atau Iim mengatakan ibundanya menghembuskan nafas terakhir pagi tadi pukul 09.20 WIB. Saat itu Aisyah hendak diantar ke rumah sakit untuk kontrol.
"Tadi pagi setelah sarapan, rencana memang kami bawa ke rumah sakit. Rencana melakukan kontrol. Saat dipindahkan dari tempat tidur rumah ke ambulan, beliau wafat," kata Iim kepada awak media di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Senin (4/5).
Meski keluarga sudah menyadari Ummi Ichun sudah wafat, keluarga tetap membawa ke Rumah Sakit Kustati Solo untuk memastikan kondisinya.
Abu Bakar Ba'asyir saat mengiring jenazah istrinya, Aisyah (Umi Ichun), di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Senin (4/5/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng |
Iim mengatakan, ibundanya sudah memiliki riwayat penyakit diabetes selama 30 tahun terakhir. Enam bulan terakhir, kondisi kesehatannya mulai memburuk.
"Ibu sudah lama punya penyakit komplikasi, gula kemudian ke paru-paru, batuk. Kemarin beliau menjalani operasi amputasi kaki juga. Sehingga proses itu sudah lama, kondisinya semakin memburuk di pernafasannya, di paru-parunya," jelasnya.
Dijelaskan, amputasi dilakukan karena penyakit diabetes basah yang diderita almarhum. Sehingga sempat muncul luka dan dilakukan penanganan operasi amputasi.
"Operasi amputasi itu sekitar 4 bulan yang lalu. Dua bulan lalu kondisinya menurun. Sejak diamputasi kondisinya harus bed rest, karena untuk bergerak sulit," pungkasnya.




