Tangis Abu Bakar Ba'asyir pecah mengiringi kepergian sang istri, Aisyah atau Ummi Ichun. Salah satu pendiri Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngeruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, itu juga mencium istrinya untuk yang terakhir kali.
Staf Humas Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngeruki, Endro Sudarsono, mengatakan pihak keluarga sangat merasa kehilangan atas wafatnya Ummi Ichun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi (Abu Bakar Ba'asyir) sempat menangis, sempat mencium yang terakhir kalinya," kata Endro kepada awak media, Senin (4/5/2026).
Jenazah disalatkan di masjid di dalam Ponpes Al-Mukmin Ngeruki. Salat jenazah dipimpin oleh sang putra, Rosyid Ba'asyir. Abu Bakar Ba'asyir juga turut menyalatkan jenazah istrinya.
"Tadi beliau (Abu Bakar Ba'asyir) juga ikut menyalatkan," ucap Endro.
Usai menyalatkan jenazah istrinya, Abu Bakar Ba'asyir kemudian berjabat tangan dengan para peziarah yang ikut menyalatkan.
Sedianya jenazah akan dikebumikan pukul 15.15 WIB di pemakaman Muslim, Kecamatan Polokarto. Endro belum bisa memastikan apakah Abu Bakar Ba'asyir akan ikut ke tempat permakaman atau tidak.
"Belum tahu (Abu Bakar Ba'asyir ikut pemakaman atau tidak), nanti tergantung melihat kondisinya," terangnya.
Sementara itu, putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim Ba'asyir atau Iim mengatakan kondisi kesehatan ayahnya secara umum cukup baik.
"Beliau alhamdulillah secara umum baik. Tapi sehatnya orang tua. Kadang kondisinya bisa secara tiba-tiba menurun, kadang-kadang enak, kondisional," kata Iim.
Diberitakan sebelumnya, dari informasi yang dihimpun detikJateng, Aisyah meninggal dunia pada Senin (4/5/2026) sekira pukul 09.20 WIB. Ia wafat di usia 82 tahun.
(par/dil)
