Pecah Tangis Keluarga Saat Salatkan Jenazah Istri Abu Bakar Ba'asyir

Pecah Tangis Keluarga Saat Salatkan Jenazah Istri Abu Bakar Ba'asyir

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Senin, 04 Mei 2026 14:20 WIB
Salat jenazah Istri Abu Bakar Baasyir, Aisyah (Ummi Ichun), di Masjid Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngeruki, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Senin (4/5/2026).
Salat jenazah Istri Abu Bakar Ba'asyir, Aisyah (Ummi Ichun), di Masjid Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngeruki, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Senin (4/5/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Sukoharjo -

Suasana haru mewarnai salat jenazah untuk istri Abu Bakar Ba'asyir, Aisyah atau Ummi Ichun. Almarhum disalatkan di masjid Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngeruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, pukul 12.30 WIB.

Salat jenazah diimami oleh salah satu putra almarhumah, Rosyid Ridho Ba'asyir. Tampak Abu Bakar Ba'asyir, keluarga, kerabat, pengurus Ponpes, dan para santri turut salat jenazah.

Tangis Rosyid pecah saat memimpin salat jenazah. Meski demikian, dia mencoba tegar dan melanjutkan salat hingga selesai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah salat, Abu Bakar Ba'asyir dan para putranya berjabat tangan dengan para pelayat yang datang. Pelayat juga salat jenazah untuk almarhumah.

"Gelombang pertama salat jenazah dari santri, ustadz. Imamnya ustadz Rosyid Ba'asyir selaku putranya," kata Staf Humas Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngeruki, Endro Sudarsono, kepada awak media, Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

Rencananya jenazah akan dikebumikan pukul 15.15 WIB di pemakaman Muslim, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. Endro belum bisa memastikan apakah Abu Bakar Ba'asyir akan ikut ke tempat permakaman.

"Belum tahu, nanti tergantung melihat kondisinya," terangnya.

Sementara itu, putra almarhumah, Abdul Rochim Ba'asyir atau Iim, tidak bisa membendung air mata saat mengenang ibundanya.

"Tadi sekitar jam 01.30 WIB saya bangun menengok di tempat tidurnya. Beliau memang dalam kondisi nafasnya agak tersengal-sengal. Saya tenangkan, saya lap badannya. Saya bilang, saya pasrah apapun takdirnya Allah," kata Iim.

Iim mengatakan, semasa hidupnya, Aisyah selalu membaca Al-Qur'an. Saat kondisinya sehat, ibunya juga sering mendatangi acara keagamaan, bersilahturahmi, dan kadang mengajar di pengajian.

"Beliau setiap hari membaca Al-Qur'an, keliling ke rumah saudara, pengajian. Iya (mengajar) di sekitaran pondok, di masjid, di pengajian ibu-ibu," ucapnya.

Mengenai kondisi Abu Bakar Ba'asyir saat ini, Iim menjelaskan, secara umum kondisi ayahnya baik.

"Beliau alhamdulillah secara umum baik. Tapi sehatnya orang tua. Kadang kondisinya bisa secara tiba-tiba menurun, kadang-kadang enak, kondisional," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, putra almarhumah, Abdul Rochim Ba'asyir atau Iim mengatakan, Aisyah menghembuskan nafas terakhir pagi tadi pukul 09.20 WIB. Saat itu Aisyah hendak diantar ke rumah sakit untuk kontrol.

"Tadi pagi setelah sarapan, rencana memang kami bawa ke rumah sakit. Rencana melakukan kontrol. Saat dipindahkan dari tempat tidur rumah ke ambulans, beliau wafat," kata Iim kepada awak media di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngeruki, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Senin (4/5/2026).

Meski keluarga sudah menyadari Ummi Ichun sudah wafat, keluarga tetap membawanya ke rumah sakit untuk memastikan. Dokter di Rumah Sakit Kustati Solo pun memastikan almarhumah sudah meninggal dunia.

Iim mengatakan, ibundanya sudah memiliki riwayat penyakit gula selama 30 tahun terakhir. Enam bulan terakhir, kondisi kesehatannya semakin memburuk.

"Ibu sudah lama punya penyakit komplikasi, gula kemudian ke paru-paru, batuk. Kemarin beliau menjalani operasi amputasi kaki juga. Sehingga proses itu sudah lama, kondisinya semakin memburuk di pernafasannya, di paru-parunya," jelasnya.

Dijelaskan Iim, amputasi dilakukan karena penyakit diabetes yang diderita almarhumah. Sehingga sempat muncul luka dan dilakukan tindakan operasi amputasi kaki.

"Operasi amputasi itu sekitar 4 bulan yang lalu. Dua bulan lalu kondisinya menurun. Sejak diamputasi kondisinya harus bed rest, karena bergerak untuk sulit," pungkasnya.




(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads