Gigs Band Meriahkan Aksi May Day di Kantor Gubernuran Semarang

Gigs Band Meriahkan Aksi May Day di Kantor Gubernuran Semarang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Jumat, 01 Mei 2026 21:53 WIB
Penampilan band memeriahkan aksi May Day di Kantor Gubernuran Semarang, Jumat (1/5/2026).
Penampilan band memeriahkan aksi May Day di Kantor Gubernuran Semarang, Jumat (1/5/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Aksi May Day atau Hari Buruh di depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah (Jateng) di Jalan Pahlawan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, diisi sejumlah gigs dari sejumlah band.

Pantauan detikJateng di lokasi Jumat (1/5/2026) sore ini, tampak sumber suara gigs dikelilingi banyak orang. Mereka tampak jamming sembari menikmati penampilan musik.

Sejumlah band yang tampil terlihat membawakan musik beraliran punk. Pekikan suara sang vokalis turut membakar semangat massa yang berkumpul di depan Kantor Gubernuran Jateng. Meski menjelang Magrib, semangat kolektif massa dan band masih terjaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator penampil aksi May Day, Anton, mengatakan aksi atraktif tersebut dilakukan sebagai penjaringan massa yang berminat menuangkan kreativitas.

ADVERTISEMENT

"Karena aksi atraktif ini bisa menjaring teman-teman yang berangkat dari kesukaan dia akan seni gitu. Ternyata teman-teman seni juga memiliki satu pemikiran yang sama terkait perasaan hari ini," kata Anton saat ditemui di depan Kantor Gubernuran Jateng.

"Maka teman-teman juga merespons Hari Buruh ini dengan hal-hal yang berkaitan dengan seni kayak musik," lanjutnya.

Dia menyebut terdapat enam band yang tampil di gigs tersebut. Dia mengatakan banyak band yang menampilkan musik cadas.

"Ada enam band. Genrenya kebanyakan musik-musik keras," sebutnya.

Alasan dibawakan musik cadas itu, Anton mengatakan, karena untuk merespons isu yang dibawakan para buruh. Selain itu, musik-musik cadas tersebut, berangkat dari ideologi yang sama.

"Mereka itu berangkat dari satu ideologi sama. Kita juga mengenalkan musik sebagai sarana untuk merespon kondisi hari ini," jelas dia.

Alasan lain massa membawakan gigs saat aksi adalah karena minat masyarakat akan musik tinggi. Dengan begitu, pesan yang dibawa diharapkan mudah diterima publik.

"(Gigs tersebut) Jadi daya tarik tersendiri buat masyarakat untuk mengetahui isu-isu apa yang perlu dikawal hari ini dan isu-isu apa yang perlu kita untuk sama-sama suarakan gitu," ucapnya.

Sementara itu, vokalis band Dry Injektion, Imam Masrukhin, mengatakan bandnya membawakan musik-musik beraliran hardcore punk. Adapun lagu-lagu yang dibawa merupakan ciptaan mereka sendiri.

"Kami kan main musik hardcore Punk. Sejalan dengan apa yang dibawakan di orasi sendiri. Terus lagu-lagu kami isinya juga sama itu," kata pria yang akrab disapa Mambo.

Penampilan band memeriahkan aksi May Day di Kantor Gubernuran Semarang, Jumat (1/5/2026).Penampilan band memeriahkan aksi May Day di Kantor Gubernuran Semarang, Jumat (1/5/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng

Dry Injektion membawakan lima lagu di gigs tersebut. Mambo pun mengungkap euforia tampil saat demo.

"Rasanya biasa, kayak di gigs underground hardcore punk. Maksudnya nggak ada bos, nggak ada apa, semuanya setara," ungkap mahaswa Fakultas Bahasa dan Sastra Unnes itu.

Dia membawakan spirit punk dalam pementasannya. Mambo pun merasa puas saat bisa menyuarakan spirit tersebut.

"Spirit punk pada umumnya, do it yourself. Puas sih bisa menyuarakan," ucapnya.

Aksi buruh di Kota Semarang pun tuntas usai magrib. Tidak terjadi kericuhan selama jalannya aksi.



(iaf/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads