Pengakuan Sopir Rombongan Pengantar Haji Terlibat Laka Kereta di Grobogan

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Jumat, 01 Mei 2026 20:13 WIB
TKP kecelakaan mobil dengan KA Argo Bromo Anggrek di Kabupaten Grobogan yang menewaskan empat orang. (Foto: Dok. Polres Grobogan)
Grobogan -

Polisi telah meminta keterangan singkat dari pengemudi mobil Toyota Avanza yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan KA swadaya, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Sopir rombongan pengantar haji, Kardi (50), mengaku mobil tidak mengalami mati mesin.

Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani melalui Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, mengungkap salah satu korban tewas merupakan anak dari sopir tersebut. Pihaknya belum bisa banyak menggali keterangan dari yang bersangkutan.

"Mohon maaf, untuk pengemudi sementara baru berduka cita karena anaknya meninggal dunia juga. Sementara kita bisa minta keterangan dari pengemudi dan menjelaskan saat itu mesin tidak mati," kata Eko melalui sambungan telepon pada detikJateng, Jumat (1/5/2026).

Eko menyebut saat kejadian, pengemudi mengaku jarak pandangnya terbatas, karena adanya kabut. Keterangan tersebut juga diperkuat dengan temuan saat tertabrak, posisi mobil hanya roda depannya saja yang berada di atas rel KA.

"Pandangan benar-benar terbatas karena adanya kabut, hanya 10 meter. Tadi (informasi mati mesin) itu hanya laporan sementara, karena untuk posisi yang di atas rel itu hanya ban depannya saja," ujar Eko.

Meski jarak pandang terbatas itu, pengemudi merasa yakin untuk melintasi perlintasan KA karena kendaraan di depannya juga melintas dengan aman.

"Pengemudi menjelaskan kendaraan di depan yang melintas aman, tidak ada kereta api sehingga dia melintas. Saat melintas tiba-tiba baru melangkah ban depannya itu baru masuk ke rel yang sebelah selatan itu langsung ditabrak kereta," tutur Eko.

Eko juga menyampaikan setelah dilakukan olah TKP lebih lanjut, diketahui lokasi kejadian tersebut berada di Desa Sidorejo, bukan Desa Tuko sebagaimana yang disampaikan sebelumnya.

"Relnya itu yang sebelah selatan masuk Desa Sidorejo, rel yang sebelah utara itu masuk Desa Tuko. Jadi kejadiannya itu pertama kali kita menyebutkan adalah Tuko, tetapi setelah kita bertanya-tanya, melaksanakan olah TKP hari ini, TKP ini berada di desa si Sidorejo Kecamatan Pulokulon," jelas Eko.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut melibatkan satu unit mobil dan kereta api (KA) terjadi di perlintasan sebidang Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Akibat kejadian itu empat orang dilaporkan tewas.

"Benar terjadi laka KA Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya dengan mobil di perlintasan KA Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon. Laporan lengkap menyusul," kata Arif saat dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (1/5) pagi.

Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani melalui Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, menceritakan awal mula kejadian nahas itu. Eko mengatakan peristiwa nahas itu terjadi pukul 02.52 WIB.

"Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP, berpenumpang 9 orang, berjalan dari arah selatan atau Sidorejo menuju ke arah utara atau Purwodadi dengan kecepatan sedang," kata Eko saat dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (1/5).

Disebutkan jika mesin mobil sempat mengalami mati mesin sehingga tertabrak kereta. Namun, karena jaraknya yang sudah terlalu dekat, benturan tak terhindarkan.

"Karena jarak sudah dekat, Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak body depan kiri dari Toyota Avanza hingga mobil terpental sejauh kurang lebih 20 meter dan menabrak tiang Indihome. Kemudian mobil terjatuh ke selatan masuk ke sawah," ungkap Eko.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Tabrakan Maut 2 Kereta di Bekasi hingga Potongan Ojol 8%"

(ams/ams)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork