Jembatan Ngancar Klaten Ditutup hingga Desember, Catat Alternatifnya

wara-wara

Jembatan Ngancar Klaten Ditutup hingga Desember, Catat Alternatifnya

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Rabu, 29 Apr 2026 18:16 WIB
Alat berat membongkar Jembatan Ngancar Jatinom, Klaten.
Alat berat membongkar jembatan Ngancar Jatinom, Klaten. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Jembatan Ngancar di Sungai Ngancar, Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Klaten hari ini mulai ditutup. Penutupan dilakukan karena jembatan jalur penghubung Klaten-Boyolali itu mulai dibongkar untuk perbaikan.

Pantauan detikJateng ruas jalan ke arah jembatan mulai ditutup dengan papan galvalum. Baik dari arah Utara (Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom) maupun Selatan (Desa Jiwan, Kecamatan Karangnongko).

Sebuah alat berat mulai menghancurkan pagar pengaman jembatan sepanjang sekitar 70 meter tersebut. Sejumlah pekerja teknis dan tim dari DPUPR berada di sekitar jembatan dengan kedalaman sekitar 40 meter itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Papan rambu pengumuman penutupan jalan mulai di pasang sejak jarak 500 meter di simpang-simpang jalan. Namun rambu jalur alternatif belum tampak terlihat.

ADVERTISEMENT

Site manager pelaksana pembangunan Jembatan Ngancar, Dwi Marsono menjelaskan hari ini pembongkaran dimulai. Jalur ke jembatan sudah ditutup.

"Jalur sudah ditutup, sosialisasi juga sudah dilakukan. Untuk agenda tujuh bulan dari April hingga awal Desember," ungkap Dwi kepada detikJateng di lokasi, Rabu (29/4/2026) siang.

Dijelaskan Dwi, jembatan nantinya lebih lebar dari sebelumnya. Total lebar jembatan akan menjadi sekitar tujuh meter.

"Jembatan nanti jadi enam meter dengan trotoar kanan dan kiri setengah meter jadi total tujuh meter. Untuk mobil kecil dan motor bisa ke kiri dari arah Karangongko tapi kendaraan besar lewatnya Karangnongko," papar Dwi.

Penelusuran detikJateng, untuk jalur alternatif dari utara atau Jatinom ke Klaten bisa ambil kiri melewati Desa Temuireng-Socakangsi-Tibayan-Beteng-Ngawen-Kota. Kondisi jalan bagus beraspal.

Sedangkan dari arah Selatan atau Kecamatan Karangnongko bisa mengambil kiri lewat Lampar, Boyolali. Kendaraan muatan bisa ke kanan simpang empat tugu Desa Jiwan-Jalan Raya Karangnongko-Ngawen/Klaten Selatan. Kondisi jalan cor beton dan aspal.

Nanto (70) warga Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom mengaku senang jembatan akhirnya diperbaikinya. Sudah berulang kali rusak.

"Sudah sering rusak cuma ditambal padahal ini dalam sungainya. Jalur penting karena ke arah Boyolali," katanya kepada detikJateng.

Terpisah Kepala Dinas PUPR Pemkab Klaten, Suryanto menyatakan pembangunan dilakukan tahun ini. Anggaran APBD sekitar Rp 13 miliar.

"Anggaran Rp 13 miliar. Untuk alternatif bisa Jalur Jiwan-Karangnongko dari selatan dari Bandungan-Ngupit (Ngawen)," jelas Suryanto.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads