Plafon ruang kelas 3 SDN Ngasinan IV, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, ambrol. Imbasnya, siswa dipulangkan lebih cepat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, langsung mendatangi SDN Ngasinan IV untuk mengecek kondisi kelas.
Saat itu puing-puing plafon yang ambrol tampak masih berserakan di lantai kelas. Didapati dua ruang kelas mengalami kerusakan plafon, yaitu ruang kelas 2 dan 3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pagi tadi kami mendapat laporan bahwa ruang kelas 2 dan 3 ambrol. Ini karena kondisi bangunan memang sudah lapuk," kata Havid saat dihubungi awak media, Rabu (29/4/2026).
Plafon ruang kelas SDN Ngasinan IV ambrol, Rabu (29/4/2026). Foto: Dok. Disdikbud Sukoharjo |
Dia menjelaskan ambrolnya plafon itu karena kayu penyangga sudah lapuk termakan usia dan rayap.
"Daerah sini pegunungan, rayapnya banyak, kayu-kayu sudah lama dan lapuk. Ditambah hujan deras tadi malam, akhirnya atap dan plafon ambrol ke bawah," ucapnya.
Dijelaskan, untuk kondisi ruang kelas 2 kerusakan tidak begitu parah, sehingga masih memungkinkan untuk melanjutkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Kondisi yang parah berada di ruang kelas 3, yang mana plafon sudah ambrol.
Saat plafon ambrol, para siswa sedang berada di luar kelas karena mengikuti mata pelajaran olahraga. Sehingga ambrolnya plafon itu tidak menimbulkan korban.
"Yang paling terdampak Kelas 3. Untungnya tadi jadwal mereka olahraga, jadi tidak ada siswa di dalam kelas," terangnya.
Siswa kelas 3 pun dipulangkan lebih awal setelah pelajaran olahraga selesai. Namun besok, siswa kelas 3 tetap masuk sekolah seperti biasa dan akan menggunakan ruangan yang lain.
"Setelah selesai olahraga langsung dipulangkan. Besok akan kami susun penjadwalan ulang, kemungkinan memakai ruang lain dulu," jelasnya.
Saat ini Disdikbud Sukoharjo tengah mencari opsi darurat atas kejadian ini. Pasalnya, tidak ada anggaran untuk melakukan renovasi dalam waktu dekat.
Paguyuban penjaga sekolah dikerahkan untuk melakukan pembersihan dan rehabilitasi sementara.
"Kami saat ini memang tidak punya anggaran rehab. Anggaran hanya untuk sekolah unggulan karena sebelumnya terkena refocusing. Jadi kami putar otak, sementara akan cari kayu bekas bongkaran dari SD lain untuk memperbaiki ruangan agar bisa dipakai lagi untuk kegiatan belajar mengajar," kata Havis.
Menurut Havid, jumlah murid di SD Negeri Ngasinan IV sekitar 50 siswa ,sehingga kebutuhan ruang kelas yang aman dan nyaman menjadi hal mendesak. Ia berharap usulan rehabilitasi bisa segera masuk dalam anggaran perubahan tahun ini.
"Kami akan laporkan ke Ibu Bupati, semoga segera mendapatkan anggaran pada perubahan anggaran nanti. Karena sekolah ini tetap membutuhkan perhatian pemerintah agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman," pungkasnya.
(apu/dil)

