Penampakan Alat Bantu-HP Milik Peserta Curang UTBK di Untidar

Penampakan Alat Bantu-HP Milik Peserta Curang UTBK di Untidar

Eko Susanto - detikJateng
Rabu, 29 Apr 2026 13:12 WIB
Penampakan alat bantu dengar dan handphone yang dibawa peserta UTBK di Untidar, Rabu (29/4/2026).
Penampakan alat bantu dengar dan handphone yang dibawa peserta UTBK di Untidar, Rabu (29/4/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di pusat UTBK Universitas Tidar (Untidar) diduga curang dengan memakai alat bantu dengar. Begini penampakan alat bantu dengar serta handphone yang dibawa saat ujian berlangsung.

Peserta ini mengikuti UTBK di pusat UTBK Untidar pada, Selasa (28/4) saat sesi kedua atau sekitar pukul 16.00 WIB. Alat bantu dengar maupun handphone dipakai dari awal sebelum memasuki lokasi ujian.

Untuk alat bantu dengar dan HP yang disimpan dalam kantong belakang pakaian bisa lolos saat diperiksa dengan metal detector. Namun pengawas yang curiga gerak-gerik peserta saat ujian, akhirnya bisa ketahuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun alat bantu dengar itu berwarna hitam dan ada kabel sedikit mencolok keluar. Ukurannya pun sangat kecil.

ADVERTISEMENT

Pengawas maupun penanggung jawab terus melakukan pemeriksaan mendalam. Saat itu, ditemukan handphone berwarna hitam yang di simpan di kantong pakaian bagian dalam.

Selain itu, juga ditemukan sebuah kotak berwarna hitam. Kotak ini semacam kartu elektronik, kemudian untuk mengelabui pengawas ada cover seperti kartu hotel.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Universitas Tidar, Prof Suyitno mengatakan, kejadian pada Selasa (28/4) di pusat UTBK Untidar pada sesi pukul 16.00 WIB atau sore.

"Kronologinya adalah ada seorang peserta yang saat itu gerak-geriknya sering menyentuh telinga. Kemudian, peserta ini juga beberapa kali mengamati pengawas. Artinya, melihat ke pengawas, matanya diarahkan ke pengawas," kata Suyitno dalam jumpa pers di Kampus Sidotopo, Rabu (29/4/2026).

"Oleh pengawas dirasa ini ada sesuatu yang tidak umum atau janggal itu. Maka kemudian oleh pengawas menjadi perhatian untuk diperhatikan secara khusus," sambungnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pengawas dan penanggung jawab lokasi ditemukan alat bantu dengar di telinga sebelah kanan.

"Dengan didapatkan alat bantu dengar tersebut maka kemudian dikonfirmasi apakah peserta ini tunarungu. Ternyata hasil konfirmasinya peserta ini adalah normal," imbuhnya.

"Artinya beliau tidak tunarungu. Dengan kondisi itu maka kemudian dilakukan observasi lebih dalam lagi dan kemudian mengundang panitia UTBK yang dirasa bisa mengamati atau melihat lebih detail peserta tersebut. Dan ternyata didapati benda lain yaitu berupa HP dan juga sebuah kotak sejenis kartu elektronik begitu, chips. Chips itu menariknya di-covernya itu seperti kartu hotel. Jadi, mungkin untuk mengkamuflase," tambahnya.

Suyitno mengatakan, selesai ujian dilakukan pertemuan dengan panitia. Saat itu, dengan melibatkan penanggung jawab lokasi, koordinator pelaksana, penanggung jawab monev dan juga untuk koordinator TIK.

"Dirasa semua informasi sudah didapatkan, kemudian berita acara kecurangan sudah dibuat. Dan yang bersangkutan mengakui barang itu miliknya dan itu bagi kami cukup," lanjut Suyitno.

"Kami melaporkan kepada panitia pusat berkaitan temuan ini. Tindak lanjutnya, kita masih menunggu arahan dari panitia pusat. Karena panitia pusat UTBK Untidar itu bagian dari panitia UTBK nasional," pungkasnya.




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads