Bukan Tempat Berpacaran, Ini Asal Nama Dusun Pacaran Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Senin, 27 Apr 2026 15:06 WIB
Dukuh Pacaran, Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Klaten, Senin (27/4/2026). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Di Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Klaten, terdapat satu wilayah RW dengan nama unik, yaitu Dukuh Pacaran. Meski namanya dari kata dasar 'pacar', bukan berarti warganya punya banyak pacar atau dukuh ini jadi tempat untuk berpacaran. Berikut kisahnya.

Dukuh Pacaran terletak di tepi rel kereta api. Letak dukuh ini berada di timur Stasiun Delanggu yang beroperasi sejak zaman kolonial Belanda. Sebagian permukiman di dukuh ini terletak persis di timur rel kereta api.

Dukuh Pacaran terdiri dari tiga wilayah RT. Wilayah tersebut merupakan permukiman padat penduduk yang warganya sebagian berdagang, wiraswasta, dan ada juga yang menjadi pegawai negeri.

"Saya juga asli Desa Tlobong. Saya sendiri tidak tahu sejarah pastinya, sejak saya kecil ya namanya Pacaran," kata Sukasno (60) warga Dukuh Pacaran saat ditemui detikJateng, Senin (27/4/2026) siang.

Sukasno mengatakan, dari cerita para sesepuh, konon nama Pacaran berasal dari nama tanaman di tengah kampung. Tanaman itu sering disebut dengan nama Mbah Pacar.

"Ada tanaman pacar atau Mbah Pacar. Banyak tumbuhan pacar, sekarang sudah tidak ada, dulu di situ (menunjuk ke simpang empat di selatan rumahnya)," ujar dia.

Menurut Sukasno, nama Pacaran tidak ada kaitannya dengan hal yang aneh-aneh, apalagi soal pacaran.

"Mboten (bukan tempat untuk pacaran), juga bukan karena untuk pacaran. Ya karena ada nama Mbah Pacar, sejak kecil nama dukuh ya Dukuh Pacaran, tidak pernah ganti," ucap dia.
Dukuh Pacaran, sebut Sukasno, secara wilayah masuk RW 7 yang terbagi menjadi tiga RT yaitu RT 1, 2 dan 3. Nama dukuh Pacaran adalah warisan para orang tua dulu.

"Kita tinggal menemukan (nama Dukuh Pacaran) dari sesepuh. Sejarahnya bagaimana ya tidak tahu pasti. Ini padat penduduk, nomor dua padatnya di tingkat desa," imbuhnya.

Warga asli Dukuh Pacaran, Atok Susanto, menceritakan hal yang berbeda. Menurutnya, nama Dukuh Pacaran berasal dari nama seorang tokoh Mbah Pacar, bukan nama pohon.

"Nama Pacaran itu berasal dari nama Mbah Pacar yang makamnya di tengah kampung. Ya mungkin cikal bakal, sesepuh, atau yang babat alas, " kata Atok kepada detikJateng.

Makam Mbah Pacar, kata Atok, dulunya hanya berupa gundukan tanah.

"Orang dari mana tidak ada yang tahu, apakah yang babat alas atau orang yang ikut proyek sungai zaman Belanda lalu meninggal dikuburkan juga tidak tahu," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Tlobong, Basuki, mengatakan, sepengetahuannya nama Dukuh Pacaran berasal dari nama pohon. Konon dulunya banyak pohon pacar.

"Dulu ceritanya banyak pohon pacar, infonya dari orang-orang tua. Jadi bukan tempat orang pacaran," kata Basuki kepada detikJateng.

"Kalau dekat stasiun zaman dulu banyak mangkal orang nakal, waktu saya masih kecil, jadi masih ingat," imbuhnya.



Simak Video "Video Api Abadi Mrapen Padam, Kenapa?"

(dil/apl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork