Gapura Perbatasan Klaten Ternyata Berdiri di 2 Kabupaten Tetangga, Kok Bisa?

Gapura Perbatasan Klaten Ternyata Berdiri di 2 Kabupaten Tetangga, Kok Bisa?

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Minggu, 26 Apr 2026 13:44 WIB
Gapura perbatasan Kabupaten Klaten.
Gapura perbatasan Kabupaten Klaten. Foto: Achmad Hussein Sauqi/detikJateng
Klaten -

Pengguna kendaraan yang melaju dari Solo menuju Jogja akan disambut sepasang gapura unik saat memasuki Kabupaten Klaten. Siapa sangka, gapura tersebut selama ini ternyata berdiri di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan Boyolali.

Gapura tersebut tampilannya cukup mencolok karena bentuknya yang unik berupa gunungan wayang atau Kayon yang dibelah dua. Tingginya sekitar 15 meter dengan warna emas dan lis merah.

Berbahan lembaran seperti campuran semen, alumunium dan di bagian bawah tembok berpondasi. Di kanan dan kirinya terdapat taman depan lampu panggung mengarah ke bangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasi di sekitar gapura tersebut merupakan perbatasan Klaten dengan 2 kabupaten lain, yaitu Sukoharjo dan Klaten. Namun, sepasang gapura itu justru berdiri di lahan yang masuk di kabupaten tetangga.

ADVERTISEMENT

"Perbatasan sebenarnya wilayah Klaten itu ya yang Selatan jembatan. Yang Utara jembatan ini masuknya Desa Sanggung, Kecamatan Gatak, Sukoharjo dan Desa Keteguhan, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali," ungkap Tri warga Desa Sanggung kepada detikJateng, Minggu (26/4/2026) siang.

Menurut Tri, dengan demikian tugu gapura itu berada di wilayah Desa Sanggung, Kecamatan Gatak, Sukoharjo dan Keteguhan, Kecamatan Sawit, Boyolali. Gapura Klaten itu sejak dulu memang di lokasi.

"Sejak dulu ya disitu saat masih bangunan lama, ini kan bangunan baru. Mungkin karena dulu di wilayah Klaten Selatan jembatan sudah banyak rumah, kemudian ditaruh disini yang longgar," jelas Tri.

" Ya memang sering bikin bingung. Dikira sini masih Klaten karena di selatan gapura, padahal sudah Sukoharjo," imbuhnya.

Kades Keteguhan, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Handoyo menyatakan tugu gapura yang separuh di sisi barat di wilayah desanya. Yang timur di wilayah Desa Sanggung, Kecamatan Gatak.

"Yang timur Desa Sanggung, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Sedangkan batas dengan Klaten yaitu jembatan setelah gapura wayang itu," ungkap Handoyo kepada detikJateng.

Hal serupa juga diakui oleh Kasi Perencanaan, Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten, Zulfan M Sakti batas wilayah Klaten terakhir adalah jembatan Tegalgondo. Gapura atau tugu wayang tidak di wilayah Klaten tapi di Boyolali dan Sukoharjo.

" Lokasinya yang barat masuk Boyolali dan yang timur masuk Sukoharjo, batas Desa Tegalgondo ya jembatan itu. Soal sejarahnya gapura itu bagaimana saya tidak tahu," jelasnya.

Terpisah Kepala Dinas PUPR Pemkab Klaten, Suryanto menyatakan gapura wayang yang sekarang sepengetahuannya hanya mengikuti lokasi gapura lama.

" Ceritanya dulu bagaimana saya tidak tahu. Sepengetahuan saya hanya mengikuti yang lama, " jawabnya.



(ahr/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads