6 Khasiat Parijoto, Buah Khas Gunung Muria yang Bisa Cegah Diabetes-Kanker

6 Khasiat Parijoto, Buah Khas Gunung Muria yang Bisa Cegah Diabetes-Kanker

Arum Sekar Pertiwi - detikJateng
Senin, 27 Apr 2026 11:20 WIB
Buah Parijoto
Buah Parijoto (Foto: Getty Images/iStockphoto/Abdul Hakim)
Solo -

Indonesia terkenal sebagai salah satu negara dengan biodiversitas tinggi. Terdapat banyak tanaman unik yang tumbuh di Indonesia dan digunakan sebagai bahan pangan atau pengobatan secara turun-temurun. Salah satunya adalah tanaman parijoto yang tumbuh di lereng Gunung Muria, Kudus.

Dikutip dari buku Parijoto: Kandungan, Manfaat, dan Pengolahannya oleh Hasbullah dkk, parijoto termasuk dalam famili Melastomataceae dan genus Medinilla. Terdapat berbagai spesies parijoto, seperti Medinilla javanensis, Medinilla verrucosa, dan Medinilla speciosa. Tanaman ini memiliki ciri khas berupa bunga berwarna merah yang bergerombol dan menjuntai ke bawah serta buah berwarna pink yang berubah menjadi ungu gelap saat tua.

Selain memiliki bentuk yang unik, buah parijoto juga dipercaya memiliki beragam khasiat bagi tubuh. Di sekitar lereng Muria, buah ini biasa dikonsumsi oleh ibu hamil karena diyakini bermanfaat bagi janin. Tahukah kamu bahwasanya parijoto punya banyak khasiat lain? Berikut detikJateng sajikan penjelasan lengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karakteristik Buah Parijoto

Parijoto merupakan tanaman yang hidup di daerah pegunungan dengan ketinggian di atas 1000 mdpl dengan udara dingin dan intensitas matahari yang cukup. Biasanya, tanaman ini berbunga sekitar bulan November-Januari, lalu buahnya akan matang pada bulan Maret-Mei.

ADVERTISEMENT

Parijoto memiliki bunga yang membentuk untaian yang rapat, bercabang-cabang, menjuntai ke bawah, dan berwarna merah hingga merah muda. Adapun buahnya berwarna merah muda, lalu berubah menjadi merah hingga ungu gelap saat tua.

Parijoto termasuk tanaman semak dan memiliki batang tegak yang bisa tumbuh hingga lebih dari 3 meter. Daunnya berbentuk oval dengan permukaan agak bergelombang, pangkal tumpul, ujung meruncing, dan berwarna hijau tua mengkilap.

Asal-usul dan Fungsi Parijoto dalam Tradisi Jawa

Parijoto merupakan tanaman yang berasal dari Asia, termasuk Indonesia. Selain Gunung Muria, tanaman ini juga tumbuh di sekitar Gunung Merapi, Gunung Ungaran, Gunung Andong, Dieng, hingga Kalimantan. Tanaman ini juga tumbuh di negara lain, seperti Filipina, Malaysia, Romania, Afrika, dan Australia Utara.

Dikutip dari buku Gastronomi, Kuliner, dan Aneka Makanan dari Buah Parijoto oleh Alberta Rika Pratiwi, masyarakat Muria percaya bahwa buah parijoto pertama kali ditanam di lereng selatan Gunung Muria oleh Sunan Muria. Tanaman ini pun menjadi salah satu ikon yang dikenang oleh para pengunjung Makam Sunan Muria.

Buah parijoto diyakini dapat meningkatkan kesuburan, memperlancar kelahiran, dan baik untuk kesehatan bayi. Hal ini membuat buah parijoto biasa disajikan dalam bentuk rujak untuk upacara mitoni atau 7 bulanan ibu hamil.

Rujak parijoto biasanya disajikan dengan cara diparut kasar, lalu ditambah dengan jeruk bali, babal (nangka muda), dan buah delima merah atau hitam khas Kota Kudus. Setelah itu, rujak akan dibumbui denga bumbu rujak yang berisi cabai, terasi, garam, dan gula merah. Rujak ini selanjutnya ditempatkan dalam wadah pincuk.

Selain tradisi Muria, eksistensi buah parijoto juga ditemukan di beberapa budaya atau karya seni Jawa lainnya. Di Jogja, terdapat beberapa motif batik dengan corak parijoto yang kerap digunakan pada acara formal. Terdapat pula Sinom Parijoto dengan laras slendro pathet 9, slendro pathet 6, hingga pelog pathet 6.

6 Khasiat Buah Parijoto

Buah parijoto telah lama digunakan oleh masyarakat Jawa, terutama oleh masyarakat Muria, sebagai bahan pangan dan pengobatan. Beberapa studi juga telah dilakukan untuk meneliti kandungan dan khasiat dari tanaman parijoto.

Berdasarkan artikel dari Jurnal Buana Farma bertajuk 'Artikel Review: Studi Fitokimia dan Farmakologi Parijoto (Medinilla magnifica)' oleh Rifqi Maulana Toni dkk, studi fitokimia menunjukkan bahwa buah parijoto menganggung berbagai senyawa, seperti flavonoid, tanin, saponin, hingga alkaloid. Hal ini membuat buah parijoto memiliki potensi untuk berbagai pengobatan.

Berikut adalah 6 potensi dan khasiat buah parijoto untuk kesehatan.

1. Menangkal Radikal Bebas

Buah parijoto mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid. Senyawa ini dapat menangkal radikal bebas dan mengambat pembentuk radikal bebas. Sifat antioksidan ini dapat mencegah kerusakan sel tubuh dan meningkatkan imunitas.

2. Mencegah Diabetes

Selain menangkal radikal bebas, kandungan antioksidan pada buah parijoto juga berperan dalam aktivitas antidiabetes. Uji antidiabetes menunjukkan bahwa kandungan pada buah ini dapat menurunkan gula darah. Selain itu, senyawa aktif pada buah ini juga dapat meningkatkan enzim lipoprotein lipase yang dapat mensekresi sel pankreas yang rusak, sehingga dapat memperbaiki kerja insulin.

3. Mengobati Jerawat

Ekstrak parijoto diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermis yang merupakan bakteri pemicu jerawat. Peran senyawa aktif pada buah parijoto tersebut membuat ekstrak buah ini berpotensi menjadi obat jerawat.

4. Memiliki Sifat Antibakteri

Seperti yang disebutkan dalam poin sebelumnya, ekstrak parijoto memiliki peran sebagai antibakteri. Selain bakteri pemicu jerawat, ekstrak buah ini diketahui juga memiliki sifat antimikroba terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan E.coli.

5. Mempunyai Manfaat Antihiperplipidemia

Antihiperplipidemia merujuk pada terapi yang dapat menurunkan kadar kolestrol total, VLDL, LDL, trigliserida, dan HDL. Kadar flavonoid, tannin, dan saponin dalam buah parikoto memungkinkan penurunan pada kadar kolestrol, trigliserida, dan VLDL. Namun, khasiat antihiperplipidemia pada manusia masih membutuhkan studi lebih lanjut.

6. Menyimpan Zat Antikanker

Buah parijoto telah digunakan sebagai obat tradisional untuk kesuburan wanita. Buah ini juga mengandung flavonoid dan saponin yang memiliki potensi untuk mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Nah, itu dia ulasan tentang buah parijoto khas lereng Muria beserta 6 khasiatnya. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(num/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads