Buah wuni mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, hal ini dikarenakan keberadaannya yang semakin jarang ditemui, bahkan dapat dikatakan langka. Lantas, seperti apa buah wuni tersebut?
Mengutip laman Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, keberadaan buah wuni di Magelang juga sulit ditemui karena merupakan buah musiman. Artinya, buah wuni tidak terus berbuah di sepanjang waktu, sehingga perkembangbiakannya juga terbatas.
Buah wuni mulai berbunga ketika dua bulan awal saat musim penghujan datang dan berhenti berbuah setelah dua bulan kemudian. Rasanya yang khas dan segar, membuatnya sering diolah menjadi rujak oleh masyarakat Magelang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menambah literasi detikers, berikut merupakan penjelasan lengkap mengenai buah langka khas Magelang, mulai dari manfaat hingga cara mengolahnya yang dikutip dari dokumen yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Sriwijaya dan laman Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Apa Itu Buah wuni?
Buah wuni khas Magelang memiliki nama ilmiah Antidesma bunius (L.) Spreng. Tanaman ini tumbuh alami di wilayah tropis dengan tanah basah, seperti India, Himalaya ke selatan dan timur, Sri Lanka, hingga Myanmar.
Lantas, mengapa buah ini ada di Indonesia, khususnya Magelang? Keberadaan buah ini hingga ke Indonesia karena secara tidak sengaja dikenalkan pada masa pra sejarah hingga akhirnya menyebar ke wilayah lain.
Secara umum, buah ini dikenal dengan Bignay atau Chinese Laurel. Sementara di Indonesia, buah ini memiliki berbagai nama, seperti wuni di Jawa dan Sunda, Burneh di Madura, Bune Tedong di Sulawesi, dan Buni di Melayu.
Ciri-ciri Buah wuni
Buah wuni khas Magelang memiliki bentuk bulat kecil yang sedikit lebih besar dari kacang kapri. Buah wuni muda memiliki rasa yang asam. Namun, setelah matang, buah ini akan berair dan memiliki rasa manis, meski masih memiliki rasa asam dan sedikit pahit yang tersisa.
Pohon buah wuni umumnya memiliki tinggi hingga 15 sampai 30 m dengan batang banyak dan rindang serta buah yang berwarna hijau yang berangsur-angsur berubah menjadi warna merah, ungu, hingga kehitam-hitaman. Adapun bentuk buahnya adalah bulat dengan diameter 3 cm.
Bunga jantan dan bunga betina dari buah wuni terletak di pohon berbeda yang tersusun dalam bentuk malai yang menjuntai. Pada umumnya, bunga betina buah wuni memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan bunga jantan.
Pada wilayah tropis, buah ini tumbuh di ketinggian 0 hingga 1000 mdpl dengan hembusan angin muson. Oleh karena itu, tumbuhan ini dapat hidup di wilayah dengan suhu lembap maupun di wilayah yang cenderung kering.
Kandungan Buah wuni
Kandungan yang terdapat dalam buah wuni antara lain adalah air, karbohidrat, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin C. Sementara itu, kandungan karbohidrat dalam buah wuni terbagi lagi menjadi tiga, yaitu monosakarida (glukosa dan fruktosa), disakarida (sukrosa, maltose dan laktosa) dan polisakarida (amilum, glikogen dan selulosa). Selain itu, buah wuni juga memiliki kandungan gula yang cukup tinggi.
Manfaat Buah wuni
Manfaat yang diperoleh dari tanaman wuni, di antaranya dapat digunakan untuk mengobati flu, kanker, kurang darah, hipertensi, jantung berdebar, batuk, sifilis dan kencing nanah. Buah wuni yang sudah matang juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah pada saluran cerna seperti disentri, diabetes, indigesti dan konstipasi.
Selain itu, kandungan gula yang cukup tinggi pada buah wuni, memungkinkannya untuk menjadi bahan baku pembuatan bioetanol melalui proses fermentasi. Hal ini dikarenakan, buah wuni mengandung komponen pati seperti singkong dan tetes tebu yang merupakan bahan baku etanol.
Resep Rujak Tumbuk Buah wuni
Bagi detikers yang penasaran dengan rasa buah wuni, diolah menjadi rujak adalah pilihan yang tepat. Berikut adalah resep rujak tumbuk segar yang dikutip dari buku '500 Resep Makanan & Minuman Tradisional Paling Nikmat' oleh Nyonya Rumah.
Bahan:
- Buah wuni secukupnya
- 200 gram gula merah
- 4 buah cabai merah
- 1 potong terasi bakar
- 1 mata asam jawa
- Garam secukupnya
Cara membuat:
- Campur gula jawa, cabai, terasi, asam jawa, dan garam.
- Tumbuk bahan tersebut hingga halus.
- Masukkan buah wuni yang sebelumnya telah dicuci bersih.
- Campurkan buah wuni dengan sambal sambil sesekali ditumbuk kecil hingga airnya keluar.
- Rujak tumbuk buah wuni yang segar siap untuk dihidangkan.
Jadi itulah penjelasan terkait buah wuni yang merupakan buah khas Magelang yang jarang diketahui orang. Semoga bermanfaat, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(par/dil)
