Sederet Gempa Terjadi di Jateng Hari Ini

Sederet Gempa Terjadi di Jateng Hari Ini

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 27 Apr 2026 11:09 WIB
Data gempa di Jateng Senin (27/4/2026).
Data gempa di Kendal Senin (27/4/2026).Foto: Dok. BMKG
Semarang -

Gempa bumi terjadi di tiga wilayah Jawa Tengah pagi ini dalam waktu yang berbeda. Guncangan itu berada di wilayah Kendal, Kebumen, dan Banyumas.

Berikut data awal yang diperoleh dari BMKG:

Gempa Kendal

Gempa tektonik terjadi di Kendal dengan kekuatan Magnitudo 2,6 pada pukul 08.56 WIB. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7.07Β° LS; 110.28Β° BT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tepatnya di darat pada jarak 14 km arah Barat Laut Kab. Semarang, dengan kedalaman 5 Km," tulis BMKG dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Dampak dari gempa di Kendal yaitu guncangannya dirasakan di daerah Boja, Kendal II MMI. Getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Data gempa di Jateng Senin (27/4/2026).Data gempa di Kebumen Senin (27/4/2026). Foto: Dok. BMKG


Gempa di Kebumen

Pada pukul 09.56 WIB, BMKG mencatat adanya gempa di perairan sebelah Selatan Kebumen. Gempa yang melanda berkekuatan Magnitudo 2,3.

"Lokasi 8.46 LS-109.44 BT, 91 km Selatan KEBUMEN-JATENG, kedalaman 14 km," tulis BMKG.

"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," imbuhnya.

Data gempa di Jateng Senin (27/4/2026).Data gempa di Banyumas Senin (27/4/2026). Foto: Dok. BMKG

Gempa di Banyumas

Sementara itu di wilayah Banyumas juga terjadi gempa dengan kekuatan Magnitudo 2,4 pada pukul 10.31 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 227 km.

"Lokasi 7.57 LS-109.29 BT, 17 km Selatan BANYUMAS-JATENG, Kedalaman 227 km. Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads