Satu unit truk muatan triplek yang terguling selama 11 jam di tanjakan Silayur atau Jalan Prof Dr Hamka di Ngaliyan, Kota Semarang, telah selesai dievakuasi. Arus lalu lintas yang semula diberlakukan rekayasa contraflow kini kembali normal.
Pantauan detikJateng di lokasi, evakuasi truk berlangsung sejak pukul 09.30 WIB tadi. Awalnya, muatan triplek itu dipindahkan menggunakan satu unit forklift. Lembaran triplek-triplek itu lalu dimuat truk lain. Tampak satu unit truk crane dan derek disiapkan di lokasi.
Usai setengah muatannya dipindahkan, truk terguling itu lalu digeser ke posisi semula menggunakan truk crane. Kemudian, truk itu ditarik oleh truk derek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses evakuasi truk tersebut rampung pada pukul 12.07 WIB. Adapun proses pemindahan triplek masih berlangsung hingga pukul 13.08 WIB.
Diketahui, truk tersebut terguling pada dini hari tadi sekitar pukul 01.30 WIB. Jika dihitung dari awal kejadian hingga proses evakuasi selesai, truk itu terguling selama sekitar 11 jam.
Evakuasi truk muatan triplek yang terguling di tanjakan Silayur atau Jalan Prof Dr Hamka di Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (22/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja |
Kasubdit Gakkum Sat Lantas Polrestabes Semarang, Iptu Rio Widiyanto, mengatakan proses evakuasi berlangsung lancar meski terjadi keterlambatan.
"Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar meskipun ada keterlambatan karena crane agak terlambat," kata Rio saat ditemui detikJateng di lokasi, Rabu (22/4/2026) siang.
"Ini truk bisa dievakuasi dan kita amankan sementara. Ini tinggal pembersihan material," imbuhnya.
Usai material rampung dibersihkan, Rio mengatakan, arus lalu lintas bakal kembali normal. Hingga pukul 13.17 WIB, arus lalu lintas di lokasi masih diberlakukan rekayasa contraflow.
"Mungkin kalau material ini bersih, kita pastikan klir, nanti arus kita normalkan dari dua penjuru. Kita dari Unit Lantas berkolaborasi dengan Ngaliyan Zebra masih bertahan di lokasi," pungkasnya.
(dil/apu)












































