Peserta Curangi UTBK Undip Diduga Kena Tipu Alat Bantu Palsu

Peserta Curangi UTBK Undip Diduga Kena Tipu Alat Bantu Palsu

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 22 Apr 2026 12:19 WIB
Polisi mengungkap alat bantu yang digunakan perempuan inisial M saat UTBK di Universitas Diponegoro (Undip) diduga palsu.
Ilustrasi. Foto: Andy Barbour/Pexels
Semarang -

Polisi mengungkap alat bantu yang digunakan perempuan inisial M saat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Diponegoro (Undip) diduga palsu. Polisi menyebut, M diduga tertipu dengan alat tersebut.

Kapolsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayan, menerangkan alat komunikasi tersebut tidak memiliki speaker. Dia menduga alat tersebut palsu.

"(Alat komunikasi tersebut) Nggak ada speakernya. Mungkin pemikiran kita, mungkin dia juga ditipu, kan bisa juga. 'Pakai alat ini gini-gini'. Nanti mungkin dia diiming-imingi, nanti bisa membantu pada saat ujian," kata Tyas saat dihubungi detikJateng, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Tyas mengatakan, peserta yang diduga curang itu diarahkan seseorang yang memberi alat tersebut untuk dipakai.

"Katanya suruh langsung pakai aja," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Tyas menjelaskan, alat berupa handsfree tersebut harusnya memiliki speaker untuk komunikasi dengan seseorang yang bisa membantu saat ujian.

"Kalau handsfree kan harusnya ada speakernya biar kita bisa komunikasi dengan yang mengaku bisa membantu. Mikrofon yang di telinga itu tapi nggak ada speaker. Terus cara kerjanya gimana?" jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Heru Susanto mengatakan, temuan kecurangan itu terjadi di tes UTBK SNBT Undip di Kampus Tembalang, Selasa (21/4), yang dikhususkan untuk calon mahasiswa yang mendaftar ke Fakultas Kedokteran.

"Temuan hanya satu itu. (Peserta itu fakultas apa?) Kalau hari ini memang dikhususkan untuk peserta-peserta yang mendaftar di kedokteran dan kedokteran gigi," kata Heru saat dihubungi detikJateng, Selasa (21/4).

Heru menjelaskan, penggunaan alat bantu elektronik di telinga itu ditemukan saat peserta tersebut melewati skrining metal detector yang disiapkan Undip sebelum tes dimulai.

"Pada saat skrining menggunakan metal detector, ada salah satu peserta yang terdeteksi di dalam pakaiannya itu ada metal. Karena kebetulan peserta ini perempuan, kita mengundang panitia perempuan juga melakukan pemeriksaan," ungkap dia.

Saat melakukan pemeriksaan, petugas menemukan metal di pakaian dan telinga peserta tersebut. Saat diinterogasi, peserta itu mengakui bahwa alat batu elektronik yang dipasang di telinganya untuk membantu mengerjakan UTBK SNBT.

"Karena yang bersangkutan tidak mau menginformasikan secara lengkap, tentu kami tidak bisa menjelaskan sebenarnya itu alat mekanismenya seperti apa. Tetapi yang bersangkutan mengakui alat itu dipasang dalam rangka untuk pelaksanaan ujian," ujarnya.

Meski tidak langsung didiskualifikasi, peserta itu menjalani interogasi cukup lama. Setelah interogasi berakhir, tes sudah selesai.

"(Apakah didiskualifikasi?) Sebenarnya prosesnya nggak seperti itu, kita tergantung kooperatifnya. Kalau tadi prosesnya agak panjang, cukup berbelit-belit sehingga kemudian sampai proses itu (interogasi) selesai, ujiannya juga sudah selesai, jadi tidak ikut," jelas Heru.

Dengan adanya temuan itu, pusat UTBK perguruan tinggi seperti Undip lalu melapor ke panitia pusat nasional.

"Masalah kemudian nanti ada sanksi atau tidak, itu adalah kewenangan dari kementerian. Kami serahkan saja," kata dia.




(apl/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads