Bocah 13 Tahun dari Magelang Jadi Calon Haji Gantikan Mendiang Ayah

Bocah 13 Tahun dari Magelang Jadi Calon Haji Gantikan Mendiang Ayah

Eko Susanto - detikJateng
Selasa, 21 Apr 2026 20:38 WIB
Jamaah haji termuda, Kyra Talita Sakhi (13) dan ibunya, warga Desa Kaponan, Pakis, Magelang, Selasa (21/4/2026).
Jamaah haji termuda, Kyra Talita Sakhi (13) dan ibunya, warga Desa Kaponan, Pakis, Magelang, Selasa (21/4/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Kyra Talita Sakhi (13) menjadi calon jemaah haji termuda dari Magelang, Jawa Tengah. Dia menggantikan ayahnya yang wafat saat pandemi COVID pada 2021.

Kyra adalah puteri pertama dari pasangan almarhum Eko Setyawan dan Dian Rahmawati (38), warga Dusun Kaponan, Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Pada tahun ini Kyra bakal berangkat haji bersamanya ibunya, Dian.

Awalnya Dian mendaftar haji bersama suaminya pada 2012. Saat itu diketahui bahwa mereka akan berangkat haji pada 2026.

"Kalau saya kan sudah estimasi (berangkat) haji tahun 2026. Seharusnya kan sama ayahnya, tapi ayahnya meninggal pas COVID tahun 2021," kata Dian saat ditemui detikJateng di rumahnya, Selasa (21/4/2026).

"Waktu itu posisi anak saya (Kyra) masih mondok di Mlangi (Ponpes Assalafiyyah Jogja). Qodarullah, anak saya tidak kerasan mondoknya," sambung Dian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, Dian pun mengganti daftar nama suaminya menjadi nama Kyra.

"Biar nanti kalau dipanggil (berhaji) tahun-tahun berikutnya itu sudah keluar nama pengganti anak saya. Alhamdulillah dipanggil Kemenag untuk melakukan biometrik bahwa anak saya dapat ikut haji tahun ini, karena umurnya sudah sesuai peraturan yaitu 13 tahun," ujar Dian yang berprofesi sebagai guru SDN Girirejo 3 Kecamatan Ngablak.

Dian mengatakan, saat menerima informasi untuk proses biometrik, Kyra sangat senang.

"Kalau sekalian berangkat bareng ya alhamdulillah seneng banget, sampai kakung utinya juga pada nangis (terharu)," ujarnya.

"Misalnya (Kyra) ditunda, maksimal cuma 5 tahun katanya. Itu kan berarti estimasi dia SMA. Nah itu nanti kan berangkat sendiri, kan kasihan juga," tambah dia.

ADVERTISEMENT


Kyra lahir pada 20 November 2012. Saat berangkat haji nanti ia sudah berusia 13 tahun lebih 5 bulan. Kyra dan ibunya serta dua kerabatnya tergabung dalam kloter 18 dan bakal berangkat pada Rabu (13/5) mendatang. Mereka bakal terbang ke Tanah Suci melalui YIA.

"Waktu itu (suami meninggal) sekitar 38 tahun. (Anak saya mondok) Tidak kerasan, lalu pulang. Di sana cuma 3 bulan," kata Dian.

Sementara itu, Kyra mengaku sudah mempersiapkan diri dan sangat senang bisa berangkat haji bersama ibunya.

"Persiapan mental. Iya, ya bacaan (doa-doa). Iya, sudah (ikut manasik). Sekitar tujuh atau delapan kali (manasik di KBIHU Armina)," kata Kyra.

"Ya senang bisa nemenin ibu berangkat tahun ini," ujar Kyra yang akan melanjutkan sekolah di SMP Mutual Kota Magelang. Kyra juga sudah mempersiapkan fisik dengan rutin olahraga lari dan jalan cepat.

1.423 Jemaah dari Magelang

Ditemui terpisah, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Magelang, Taufik Husen Ansori mengatakan, jamaah haji dari Kabupaten Magelang sebanyak 1.423 orang.

"1.423 jamaah terdiri dari 561 laki-laki dan 772 perempuan. Untuk kloternya ada lima kloter," kata Taufik.

"Kloter 16, 17, 18, 80 dan 81. Tahun ini, tahun pertama kali wilayah Kedu berangkat dari Embarkasi Yogyakarta melalui YIA," tambah Taufik.

Untuk jamaah dari Kabupaten Magelang, kata Taufik, dibagi dalam dua embarkasi yakni Embarkasi Solo dan Embarkasi Yogyakarta.

"Yang Embarkasi Solo itu kloter 80 dan 81," ujarnya.

Taufik menambahkan, jamaah haji tertua dari Kabupaten Magelang bernama Suyono (92) dari Paingan, Grabag.

"Termuda Kyra Talita Sakhi. Dia menggantikan bapaknya yang meninggal dunia, pelimpahan porsi," pungkasnya.




(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads