Undip Ungkap Detik-detik Peserta UTBK Curang Tanam Alat di Telinga Diciduk

Undip Ungkap Detik-detik Peserta UTBK Curang Tanam Alat di Telinga Diciduk

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 21 Apr 2026 19:24 WIB
Salah satu modus kecurangan dalam UTBK SNBT 2026 di Undip dengan menanamkan alat bantu dengar di lubang telinga
Salah satu modus kecurangan dalam UTBK SNBT 2026 di Undip dengan menanamkan alat bantu dengar di lubang telinga Foto: Zahrah Muthmainnah/detikedu
Semarang -

Dugaan kecurangan terungkap dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Naksional Berdasarkan Tes (SNBT) yang berlangsung di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Pihak kampus mengungkap peserta yang hendak berbuat curang mendaftar di Fakultas Kedokteran (FK).

Hal itu disampaikan Wakil Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Heru Susanto. Ia menyebut, temuan kecurangan itu terjadi di tes UTBK SNBT Undip di Kampus Tembalang hari ini, yang dikhususkan untuk calon mahasiswa yang mendaftar ke Fakultas Kedokteran.

"Temuan hanya satu itu. (Peserta itu fakultas apa?) Kalau hari ini memang dikhususkan untuk peserta-peserta yang mendaftar di kedokteran dan kedokteran gigi," kata Heru saat dihubungi detikJateng, Selasa (21/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, tes UTBK SNBT di Undip baru dilaksanakan hari ini. Peserta yang menggunakan alat bantu elektronik di telinganya itu ditemukan tepat sebelum ia hendak mengikuti tes, saat melewati skrining metal detector yang sudah disiapkan Undip.

ADVERTISEMENT

"Kebetulan hari ini tadi pada saat skrining menggunakan metal detector, ada salah satu peserta yang terdeteksi di dalam pakaiannya itu ada metal," ucapnya.

"Karena kebetulan peserta ini perempuan, kita mengundang panitia perempuan juga melakukan pemeriksaan," lanjutnya.

Usai melalui pemeriksaan, petugas pun menemukan metal di pakaian dan telinga peserta tersebut. Petugas pun langsung melakukan interogasi, dan akhirnya peserta itu mengakui bahwa alat batu elektronik yang dipasang di telinganya bertujuan untuk membantu pengerjaan UTBK SNBT.

"Tapi karena yang bersangkutan tidak mau menginformasikan secara lengkap, tentu kami tidak bisa menjelaskan sebenarnya itu alat mekanismenya seperti apa," ujarnya.

"Tetapi yang bersangkutan mengakui alat itu dipasang dalam rangka untuk pelaksanaan ujian," lanjutnya.

Peserta itu disebut tak langsung didiskualifikasi, tapi menjalani interogasi terlebih dahulu. Namun, poses interogasi terhadap calon mahasiswa itu berlangsung cukup lama dan berbelit-belit, sehingga setelah interogasi, tes sudah selesai.

"(Apakah didiskualifikasi?) Sebenarnya prosesnya nggak seperti itu, kita tergantung kooperatifnya. Kalau tadi prosesnya agak panjang, cukup berbelit-belit sehingga kemudian sampai proses itu (interogasi) selesai, ujiannya juga sudah selesai, jadi tidak ikut. Kalau terkait dengan hal tersebut, pusat UTBK perguruan tinggi seperti Undip hanya melaporkan kepada panitia pusat nasional," jelasnya.

"Masalah kemudian nanti ada sanksi atau tidak, itu adalah kewenangan dari kementerian. Kami serahkan saja," imbuhnya.

Ia pun berpesan kepada bakal calon mahasiswa yang akan mengikuti ujian untuk lebih percaya diri dan tak curang. Internal Undip juga diaebut akan memperketat protokol sebelum tes UTBK SNBT.

"Kami prihatin sampai saat ini masih dijumpai praktik-praktik yang tidak baik seperti ini. Kalian sudah mempersiapkan dengan baik, praktik-praktik seperti itu tentu justru akan merugikan kalian pada akhirnya," ujarnya.

Diberitakan dilansir detikEdu, pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 diwarnai berbagai temuan kecurangan. Hal itu disampaikan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok, ST, MT.

Salah satu temuan yang cukup mengejutkan ditemukan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Seorang peserta menanamkan alat bantu dengar di dalam telinganya.

"Yang berikut juga ada kecurangan di pusat UTBK di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, berupa untuk menggunakan alat bantu dengar. Alat bantu dengarnya sampai masuk ke dalam telinga. Jadi kita harus bawa, oleh panitia pusat UTBK ini harus dibawa ke dokter THT untuk bisa melepas ini," kata Edward dalam Konperensi Pers di Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/4).

Lihat Video 'Sederet Kecurangan UTBK 2026: Pakai Jasa Joki-Alat Bantu Dengar:

Halaman 2 dari 2
(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads