Hii! Ular Hijau Berbisa Nongol Saat Warga Pedurungan Bersih-bersih Teras

Hii! Ular Hijau Berbisa Nongol Saat Warga Pedurungan Bersih-bersih Teras

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Kamis, 09 Apr 2026 12:51 WIB
Ular bangkai laut yang ditemukan di teras rumah warga Kelurahan Pedurungan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Kamis (9/4/2026).
Ular bangkai laut yang ditemukan di teras rumah warga Kelurahan Pedurungan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Kamis (9/4/2026). Foto: dok. Damkar Kota Semarang
Semarang -

Warga Kelurahan Pedurungan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang kaget bukan kepalang saat hendak membersihkan rumahnya. Pasalnya, keluar seekor ular bangkai laut yang dikenal berbisa, sehingga pemilik rumah meminta bantuan pemadam kebakaran (damkar).

Adapun ular berwana hijau dengan ekor merah itu ditemukan pemilik rumah, Pulung Tsaqif, pada Kamis (9/4) pukul 07.50 WIB. Saat itu, Pulung hendak membersihkan depan rumahnya.

"Ceritanya tadi bersih-bersih di depan (rumah). Di daerah situ ada seekor ular hijau, ular bangkai laut berbisa," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, saat dihubungi detikJateng, Kamis (9/4/2026) siang ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pulung pun ketakutan saat menemukan seekor ular dengan nama latin Trimeresurus Albolabris itu. Lantas dia pun menghubungi Damkar Kota Semarang.

ADVERTISEMENT

"Jadi pemilik rumah itu kan sangat ketakutan. Posisi ularnya itu ada di teras itu. Makanya dari pemilik rumah segera melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran untuk bisa evakuasi itu," terang Tantri.

Damkar Kota Semarang pun langsung menuju ke lokasi dengan membawa lima personel untuk mengevakuasi ular tersebut. Tantri menyebut pihaknya menggunakan peralatan sederhana untuk mengevakuasi ular.

Ular bangkai laut yang ditemukan di teras rumah warga Kelurahan Pedurungan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Kamis (9/4/2026).Ular bangkai laut yang ditemukan di teras rumah warga Kelurahan Pedurungan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Kamis (9/4/2026). Foto: dok. Damkar Kota Semarang

Adapun evakuasinya cukup mudah. Sebab, ular tersebut hanya diam di tempat dan tidak bergerak jika tidak terganggu.

"Teman-teman rescue itu menggunakan jepit ular untuk keamanan. Posisi ularnya masih tenang dan itu tidak berubah waktu teman-teman rescue datang di lokasi gitu, Mas," terang Tantri.

"Memang ular itu kalau tidak diganggu sebenarnya juga dia tidak akan bergerak dan tidak akan menggigit. Selagi dia terganggu pasti dia akan menggigit. Proses evakuasinya cepat," lanjutnya.

Saat ini ular tersebut telah diamankan di Damkar Kota Semarang. Ular itu sementara ini diletakkan di dalam toples.



(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads