Video aksi tawuran dua kelompok gangster hingga masuk ke dalam permukiman di wilayah Kelurahan Ngilir, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, beredar di media sosial. Seorang warga yang berusaha melerai disebut terkena bacokan sehingga dilarikan ke rumah sakit.
Video tawuran itu beredar di grup Whatsapp (WA) dan media sosial Facebook serta Instagram. Dalam postingan yang beredar dinarasikan bahwa tawuran itu terjadi pada Minggu (19/4) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Dalam video berdurasi 36 detik dan 38 detik itu terlihat dua kelompok saling serang hingga masuk ke dalam pemukiman warga di Jalan Dewi Shinta. Bahkan, kedua kubu saling serang dengan senjata tajam dan kayu dalam jarak dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi tersebut direkam warga dengan kamera ponsel. Irul, salah satu warga Ngilir, mengatakan, saat itu kondisi kampungnya sepi karena warga masih tidur. Dia bilang tawuran itu awalnya terjadi di jalan raya Ngilir. Kemudian salah satu kelompok kalah lalu lari masuk ke pemukiman.
"Saya saat itu lagi nongkrong pinggir jalan dan lihat tawurannya antar dua kelompok yang saling serang. Yang satunya kalah terus dikejar masuk kampung," kata Irul saat dihubungi detikJateng, Minggu (19/4/2026).
"Keduanya saling serang, ada yang bawa senjata tajam dan kayu. Kejadiannya jam 03.00 WIB. Kondisi kampungnya masih sepi karena masih pada tidur," sambungnya.
Irul menjelaskan, kedua kelompok itu masih saling serang meski sudah di dalam komplek pemukiman. Kaca jendela salah satu rumah warga juga pecah akibat terkena lemparan batu.
"Akibat tawuran itu ada rumah warga yang kaca jendelanya pecah," jelasnya.
Bahkan ada dua orang warga yang terkena sabetan saat berusaha melerai. Salah satu warga itu mendapat perawatan di Rumah Sakit Soewondo, Kendal, akibat luka terkena sabetan senjata tajam.
"Ada satu warga yang terluka akibat kena sabetan saat mau melerai tawuran. Tapi korbannya langsung dibawa ke RSUD Soewondo," terangnya.
Irul menambahkan, warga Jalan Dewi Shinta berhasil mengamankan satu orang yang diduga ikut tawuran. Aksi tawuran baru berhenti setelah aparat kepolisian dari Polres Kendal mendatangi lokasi kejadian.
"Ada satu pelaku tawuran yang diamankan warga dan diserahkan ke polisi," tambahnya.
Penjelasan Polres Kendal
Kasubsi Humas Polres Kendal, Iptu Deni Herawan, membenarkan adanya aksi tawuran seperti dalam video yang beredar di media sosial.
"Memang telah terjadi aksi tawuran di dalam komplek pemukiman warga kelurahan Ngilir tadi Minggu (19/4) pagi. Aksinya terekam kamera dan beredar di media sosial," kata Deni saat dihubungi detikJateng hari ini.
Deni menjelaskan, polisi mendapat laporan dari warga bahwa ada aksi tawuran. Polisi kemudian mengamankan satu orang berinisial NSU, warga Semarang yang diduga terlibat aksi tawuran.
"Petugas mendatangi lokasi dan mengamankan satu orang warga Semarang yang diduga ikut dalam tawuran," jelasnya.
Deni menerangkan, satu orang yang diamankan itu masih menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Kendal.
"Satu orang yang diamankan masih diperiksa di Unit 3 dan kasusnya masih didalami dan diselidiki dulu. Kelompok mana yang terlibat tawuran juga masih diselidiki," pungkasnya.
