Kecelakaan melibatkan kereta api Bathara Kresna kembali terjadi di Solo. KA 513 Bathara Kresna relasi Wonogiri-Purwosari tertemper sebuah sepeda motor di petak jalan antara Purwosari-Solokota, Minggu (19/4/2026) pagi saat Car Free Day (CFD).
Dari video yang beredar di grup WhatsApp, aktivitas di Jalan Slamet Riyadi atau tepatnya di rel bengkong berjalan seperti biasa. Namun, ada kendaraan roda dua yang berboncengan melintas di jalur lambat dari arah timur menuju barat.
Saat masuk ke rel bengkong ke arah Stasiun Purwosari, motor tersebut tertemper Bathara Kresna yang sudah membunyikan sirene. Pemotor dan pembonceng pun sempat terjatuh di perlintasan dan terseret.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengonfirmasi insiden tersebut terjadi pada pukul 08.54 WIB di kilometer 5+2. Akibat kejadian ini, pengendara motor harus dilarikan ke rumah sakit.
"Penemper (pengendara motor) kemudian dievakuasi ke RS Kasih Ibu," ujar Feni dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4/2026).
Meski sempat terjadi insiden, Feni memastikan bahwa seluruh awak sarana perkeretaapian dan penumpang KA Bathara Kresna dalam kondisi aman. Perjalanan kereta pun tidak mengalami kendala berarti.
"Seluruh awak dan penumpang KA 513 Bathara Kresna dalam kondisi selamat dan aman. Perjalanan kembali dilanjutkan pada pukul 08.57 WIB," jelasnya.
Pihak KAI Daop 6 juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang muncul akibat insiden tersebut.
"KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini dan diharapkan tidak terjadi di kemudian hari," ucapnya.
Menanggapi kejadian ini, KAI Daop 6 Yogyakarta menyayangkan masih adanya pengguna jalan yang kurang waspada saat melintasi jalur kereta api. Feni menekankan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama.
"Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku dan senantiasa berhenti sejenak untuk memastikan bahwa jalur aman dan tidak ada kereta akan melintas," tegas Feni.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk wajib berhenti sejenak dan memastikan jalur kereta api aman dan tidak ada kereta akan melintas sebelum melintasi perlintasan sebidang KA.
"Keselamatan bersama merupakan tanggung jawab bersama. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," pungkasnya.
(afn/afn)
