Karnaval Paskah di Kota Semarang berlangsung meriah. Tak hanya diisi dengan tablo jalan salib dan karnaval, ada pula jasa potong rambut dan pijat gratis yang ramai diserbu.
Pantauan detikJateng di Jalan Pemuda Semarang, Jumat (16/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, gelaran Karnaval Paskah diawali dengan tablo jalan salib, tepatnya di depan Balai Kota Semarang, Tampak sejumlah pemuda melakukan teatrikal jalan salib.
Karnaval tersebut pun ditonton ribuan warga. Ada pula sejumlah UMKM yang membuka lapak di sekitar lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya tablo jalan salib, ada pula rombongan karnaval yang pentas saat gelaran tersebut. Tampak berbagai rombongan membawa kostum hingga peraga bertema Paskah.
Ada pemandangan berbeda dari rangkaian perayaan Paskah tersebut, yakni jasa cukur dan pijat gratis. Jasa tersebut digelar di trotoar depan Balai Kota Semarang.
Tampak puluhan warga mengantre menjajal kedua jasa gratis tersebut. Di lokasi potong rambut, terlihat sejumlah barber lihai mencukur rambut baik perempuan maupun pria.
Mereka tampak cekatan memangkas rambut para warga. Sementara orang yang dicukur, terlihat tenang menanti hasil karya dari para barber tersebut.
Sementara itu di lokasi pijat yang berjarak hanya sekitar 15 meter dari lokasi potong rambut tersebut, tampak seorang nenek menikmati jasa tersebut. Dia terlihat rileks saat dipijat seorang wanita.
Sesekali nenek tersebut tampak melemaskan bagian pinggangnya. Perempuan pemijat hanya tersenyum kecil.
"Enak juga dipijat gratis. Terima kasih, ya," ucap nenek bernama Harti (63) sembari badannya masih dipijat.
Kepala Sekolah Lembaga Pendidikan Kerja (LPK) Higher Than Ever (HTE), Lukas Yustiono, mengatakan kedua jasa gratis tersebut dilakukan selama 20 tahun terakhir. Kini, pihaknya membuka jasa cukur dan pijat gratis dalam rangka memperingati Paskah 2026.
"Sudah 20 tahun ngadaian seperti ini, kecamatan membutuhkan kita datang. Pokok yang panggil kita, kita hadir. (Membuka jasa tersebut hari ini) Dalam rangka merayakan Paskah," ucap Yustiono saat ditemui di lokasi sore ini.
Sebenarnya LPK HTE tidak hanya membuka jasa potong rambut dan pijat gratis. Mereka juga menggelar pasar murah.
"LPK HTE menyiapkan tim potong rambut, tim pasar murah sama tim pijat untuk pijat," kata Yustiono.
Pihaknya tidak menentukan syarat bagi siapa saja yang hendak memotong rambut maupun mendapatkan layanan pijat secara gratis. Hanya datang, duduk, dan mendapat giliran menikmati jasa yang ditawarkan.
Dari pukul 13.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB ada sekitar 100 orang lebih yang memanfaatkan layanan gratis ini. Adapun kru yang disiapkan yakni sebanyak 50 orang.
"Ada 150an lebih (orang yang cukur maupun pijat). 25 orang (barber dan 25 pemijat)," sebutnya.
Rerata pemangkas rambut bisa menghabiskan waktu 10-15 menit untuk mencukur satu orang. Adapun pemangkas rambut dan pemijat yang melayani merupakan seorang profesional dan murid di LPK HTE.
"Ada tenaga profesional, ada sebagian itu murid dari LPK yang kita didik dan kita bina itu. Misalkan dia potong, kita perhatikan. Nanti kalau ada sesuatu kita ambil alih," jelasnya.
"Maknanya (membuka jasa potong rambut), satu, untuk kerapian dan sopan santun. Alasannya (melayani pijat gratis) ya untuk melayani mereka yang capek," katanya.
Suasana Karnaval Paskah di Semarang, Jumat (17/4/2026), diramaikan dengan jasa pijat dan potong rambut gratis. Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng |
Seorang wanita yang memanfaatkan jasa potong rambut itu, Putri (29), mengaku mendapatkan informasi tentang jasa pangkas rambut gratis itu dari media sosial.
"Saya tahu dari Facebook terus menuju ke sini," kata wanita asal Ngaliyan itu.
Dia mengatakan memanfaatkan jasa tersebut untuk merapikan rambutnya yang lama tidak dipotong. Dia juga merasa rambutnya juga mulai rusak.
"Dirapikan saja, soalnya rambutnya sudah rusak," ungkapnya.
Sementara itu, nenek yang memanfaatkan jasa pijat gratis, Harti (63), mengatakan dirinya mengetahui adanya jasa gratis itu dari orang lain. Mengetahui informasi tersebut, lantas Harti bergegas ke lokasi.
"(Tahu) Dari orang lewat, dengar ini Hari Paskah (Karnaval Paskah). Terus saya kan sendiri lari sendiri ke sini 'krek-krek-krek'. 'Oh, benar, ada'," tutur Harti dengan semangat.
Harti tak hanya mendapat pijatan gratis. Dia juga menikmati rombongan karnaval yang lewat di depannya.
"Saya terhibur ada tontonan juga, apalagi pijat juga," katanya dengan riang.
Dia pun mengucapkan rasa syukur dan mendoakan pemijatnya panjang umur serta sehat. Dia merasa tulang belikatnya sakit. Usai dipijat, rasa sakit itu sembuh.
"Centong-centong (tulang belikat yang sakit) itu loh," sebutnya.
Karnaval Paskah Penuh Toleransi
Romo FX Suhanto PR dari Gereja Katolik Sambiroto bersyukur bisa merayakan Karnaval Paskah di Jalan Pemuda.
"Paskah pada tahun 2026 ini sungguh menjadi berkat bagi gereja Kristen dan Katolik karena sungguh-sungguh mendapatkan kemurahan. Kami boleh mempersiapkan diri sesudah Natal bersama dulu di Holy Stadium. Lalu sekarang ini kami boleh merayakan di jalan raya. Ini adalah suatu yang istimewa," kata FX Suhanto.
Dia mengaku meminta izin Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, untuk mengundang Forum Komunikasi Umat Beriman (FKUB) untuk memeriahkan karnaval tersebut. Alhasil warga lintas agama hadir untuk berpartisipasi.
"Saya tidak saya sendiri, saya memohon kemurahan dari Ibu Wali Kota untuk boleh mengundang dari kelompok FKUB, Forum Komunikasi Umat Beriman. Dan di Kota Semarang ini dan mereka semua datang," katanya.
"Kami seringkali pertemuan bersama, dari Konghucu, dari penghayat kepercayaan, dari Buddha, Hindu, Kristen, Katolik, lalu juga dari Islam sendiri," lanjutnya.
Tablo Jalan Salib di Karnaval Paskah di Semarang, Jumat (17/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng |
Dia menyebut umat Islam bahkan berpartisipasi dalam hal keamanan. Setidaknya, tercatat ada 100 orang yang mengamankan kegiatan tersebut.
"Dari Islam sendiri bahkan, telah memberikan bantuan yang luar biasa. Keamanan ada 100 orang itu yang sudah terdaftar," sebutnya.
Selanjutnya, Agustina menyebut Karnaval Paskah diikuti oleh sebanyak 15.000 peserta. Umat lintas agama pun turut memeriahkan gelaran tersebut.
"15.000 (orang yang mengikuti Karnaval Paskah), terima kasih umat Kristen dan Katolik. Yang istimewa adalah dari Hindu ikut hadir, dari difabel ikut hadir, dari berbagai forum komunitas, luar biasa. Kota Semarang adalah kota yang damai," pungkasnya.
(ams/afn)


