5 Suku di Jawa Tengah dan Keterangannya, Ada Apa Saja?

5 Suku di Jawa Tengah dan Keterangannya, Ada Apa Saja?

Desi Rahmawati - detikJateng
Kamis, 16 Apr 2026 13:41 WIB
Daftar Suku di Jawa Tengah Lengkap dengan Keterangannya.
Ilustrasi suku di Jawa Tengah. (Foto: Gemini AI)
Solo -

Masyarakat Jawa Tengah mayoritas terdiri dari suku Jawa. Namun, tahukah kamu bahwa terdapat suku-suku lain yang menempati wilayah Jawa Tengah?

Provinsi Jawa Tengah memiliki kekayaan budaya dan sejarah. Berbagai kesenian dan tradisi tumbuh dari masyarakat yang hidup di wilayah Jawa Tengah. Misalnya, masyarakat suku Jawa yang menciptakan tradisi nyadran dan kesenian wayang.

Kesenian dan tradisi lain juga tumbuh dari suku-suku yang menempati wilayah Jawa Tengah. Penasaran dengan daftar suku di Jawa Tengah? Mari simak uraiannya di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama Suku di Jawa Tengah

Masyarakat Jawa Tengah terdiri dari beragam suku dan subsuku. Disadur dari buku Pendidikan Mental Menuju Karakter Bangsa karya Imam Sibaweh, buku Kamus Suku-suku Bangsa di Indonesia karya Riptina Pawestri, buku Ragam Budaya: Suku-suku di Jawa karya Dewantoro dan Maria, serta buku Ensiklopedia Suku Bangsa di Indonesia karya Muhammad Junus, suku yang mendiami wilayah Jawa Tengah adalah sebagai berikut.

ADVERTISEMENT

1. Suku Jawa

Suku Jawa merupakan suku terbesar yang menempati sebagian besar wilayah Jawa Tengah. suku Jawa tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah, mula dari Klaten hingga Semarang. Untuk berkomunikasi, masyarakat suku Jawa menggunakan bahasa Jawa yang memiliki tingkatan yang terdiri dari ngoko, ngoko alus, krama, krama alus, dan bahasa keraton atau bagongan. Bahasa Jawa tersebut memiliki berbagai logat daerah, seperti logat Banyumas, logat Solo, logat Indramayu-Tegal, dan logat Jawa Pesisiran.

Kehidupan masyarakat Jawa sangat menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan. Nilai kesopanan tersebut tercermin dalam tata cara pergaulan yang disebut dengan unggah-ungguh. Dengan tata cara ini, kehidupan masyarakat Jawa menjadi rukun, tentram, dan serasi.

Sebagian besar masyarakat suku Jawa menganut agama Islam, tetapi ada juga agama lain bahkan kepercayaan Kejawen. Tradisi-tradisi suku Jawa masih banyak yang dipengaruhi oleh unsur Islam dan Kejawen, seperti pada tradisi slametan, mitoni, dan nyelapani. Di luar tradisi tersebut, terdapat kesenian lain, seperti wayang, gamelan, dan tarian kuda lumping. Masyarakat suku Jawa juga memiliki baju adat, salah satunya berupa beskap dan kebaya.

2. Suku Sunda

Suku Sunda tidak hanya mendiami wilayah Jawa Barat saja, tetapi juga di Jawa Tengah. Suku Sunda adalah suku yang berasal dari Tatar Pasundan. Sebagai alat komunikasi sehari-hari, masyarakat suku ini menggunakan bahasa Sunda. Bahasa ini juga memiliki beberapa dialek, seperti dialek barat, dialek utara, dialek selatan, dialek tengah timur, dialek timur laut, dan dialek tenggara.

Sebagian masyarakat suku Sunda juga memeluk agama Islam. Masyarakat suku Sunda juga memiliki beragam kesenian, yakni tari jaipongan, tari tipeng, dan tari merak. Ada juga kesenian wayang golek yang menjadi kesenian khas suku ini.

3. Suku Banyumas

Suku Banyumas adalah subsuku orang Jawa yang mendiami bagian barat daerah Jawa Tengah yang dulunya menjadi bagian keresidenan Banyumas, yakni Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabuaten Cilacap. Masyarakat suku ini berkomunikasi menggunakan bahasa Banyumasan dengan dialek yang khas. Mata pencaharian masyarakatnya didominasi oleh pekerjaan di sektor pertanian, terutama padi.

Suku Banyumas juga terkenal dengan beberapa kesenian tradisional, seperti dhalang jemblung, dagelan, begala, macapat, tarian angguk, tarian ebeg, aplang, ujungan, calung, boncis, braen, gending Banyumasan, dan gagrak Banyumas. Terdapat pula pertunjukan sulap bernama langger. Adapun agama yang dianut oleh masyarakat setempat kebanyakan adalah agama Islam. Ketika hari besar Islam tiba, masyarakat suku Banyumas akan mengadakan berbagai upacara khas Jawa yang sinkritisme.

4. Suku Bagelen

Suku Bagelen merupakan subsuku orang Jawa di daerah Bagelen, Kabupaten Purworejo. Pada tahun 1830, daerah Bagelen pernah menjadi keresidenan Bagelen yang terdiri dari Purworejo, Kebumen, dan Wonosobo. Namun, pada tahun 1901, keresidenan ini dihapus dan bergabung dengan keresidenan Kedu.

Masyarakat suku Bagelen memiliki berbagai kesenian pertunjukan. Kesenian khas suku ini adalah pertunjukan wayang jemblung yang menceritakan cerita Menak atau dongeng-dongeng tokoh Islam. Selain pertunjukan ini, terdapat kesenian lain, seperti wayang urang, jathilan, tarian teledhek, dan wayang beber. Terdapat pula pertunjukan nyanyian agama yang dikenal dengan berjanjen.

5. Suku Samin

Suku Samin disebut juga sebagai Wong Sikep. Masyarakat suku Samin adalah pengikut ajaran Samin Surosentiko dengan ajaran utama "sedulur singkep". Pengikut sikep ini memiliki arti untuk mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain di luar kekerasan. Masyarakat suku Samin di Jawa Tengah tersebar di daerah Blora.

Suku Samin memiliki kepercayaan sendiri, yakni menganut kitab suci Serat Jamus Kalimasada. Ajaran pada kitab ini ditulis dalam bentuk puisi atau tembang Jawa. Untuk berkomunikasi, masyarakat suku Samin sehari-hari menggunakan bahasa Kawi yang dikombinasikan dengan dialek masyarakat setempat.

Nah, itu dia suku-suku yang ada di provinsi Jawa Tengah dan menjadi bagian kebudayaan masyarakat setempat. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(sto/am)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads