Pasien Tewas Usai Jatuh dari Lantai 3 RSUD Cilacap

Anang Firmansyah - detikJateng
Kamis, 16 Apr 2026 10:20 WIB
Ilustrasi. (Foto: Dok.Detikcom)
Cilacap -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria berusia 37 tahun meninggal dunia setelah nekat melompat hingga jatuh dari lantai tiga ruang rawat inap RSUD Cilacap, Rabu (15/4) siang. Korban diketahui merupakan pasien yang tengah menjalani perawatan akibat penyakit dalam.

Kejadian ini sempat menghebohkan warga Cilacap usai informasinya beredar melalui pesan berantai aplikasi WhatsApp.

Saat dimintai konfirmasi, Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo membenarkan adanya kejadian tragis ini. Menurut dia peristiwa terjadi sekitar pukul 13.15 WIB di salah satu ruang rawat inap RSUD Cilacap.

"Korban sebelumnya merupakan pasien rawat inap sejak 14 April 2026 dengan keluhan penyakit lambung. Pada pagi hari sempat dilakukan pemeriksaan jantung dan hasilnya baik," kata Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo, dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).

Namun, situasi berubah ketika korban diduga nekat mengakhiri hidupnya. Saat itu, ibu korban tengah menunggui di kamar, sementara kakak korban berada di kamar mandi.

"Kakak korban mendengar teriakan dari ibunya, lalu mendapati korban sudah dalam posisi hendak melompat dari jendela lantai tiga," jelas Galih.

Kakak korban sempat berusaha menarik tubuh korban agar tidak jatuh. Namun upaya tersebut gagal karena tenaga yang tidak kuat menahan.

"Sudah sempat ditarik, tapi korban terlepas dan akhirnya jatuh," ujarnya.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala belakang dan dinyatakan meninggal dunia. Petugas kepolisian dari Polsek Cilacap Tengah bersama tim identifikasi Polresta Cilacap langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk petugas keamanan rumah sakit dan keluarga korban, serta melakukan dokumentasi dan pemeriksaan fisik oleh tim medis.

"Menurut keterangan keluarga, korban mengalami depresi karena sakit lambung yang tidak kunjung sembuh," pungkas Galih.



Simak Video "Video Api Abadi Mrapen Padam, Kenapa?"

(aku/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork