Temuan Karung Bau Bangkai di Gedaren Klaten Bikin Geger, Ternyata...

Temuan Karung Bau Bangkai di Gedaren Klaten Bikin Geger, Ternyata...

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Kamis, 16 Apr 2026 08:35 WIB
Penampakan karung plastik berbau busuk dikerumuni lalat yang menggegerkan warga Gedaren, Jatinom, Klaten, Rabu (15/4/2026) malam.
Penampakan karung plastik berbau busuk dikerumuni lalat yang menggegerkan warga Gedaren, Jatinom, Klaten, Rabu (15/4/2026) malam. Foto: dok. Istimewa
Klaten -

Warga Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten, digegerkan oleh temuan benda mencurigakan. Sebuah bungkusan karung plastik bekas ditemukan di selokan dengan bau bangkai menyengat dan dikerumuni lalat.

"Kronologinya sekitar pukul 19.00 WIB tadi malam (Rabu, 15/4) kita mendapatkan laporan dari TRC Kecamatan Karanganom. TRC Karanganom mendapat laporan ada benda tersebut dari warga," ungkap TRC BPBD Kabupaten Klaten, Sri Harjono, kepada detikJateng, Kamis (16/4/2026) pagi.

Mendapat laporan itu, piket TRC BPBD langsung mengecek lokasi. Personel dari Polsek juga datang. Posisi karung plastik berada di selokan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ditemukan di selokan, dicek bersama Polsek. Benda di dalamnya halus tapi menebar bau busuk dan banyak lalat," terang Sri Harjono.

ADVERTISEMENT

Setelah dibuka anggota Polsek, sambung Sri Harjono, isinya bangkai ular piton. Ukurannya cukup besar sehingga cukup berat.

"Kalau dari ukuran karung plastiknya, panjang ular sekitar 4 meter. Ular langsung kita kubur di lokasi, " jelas Sri Harjono.

"Kita kuburkan di lahan kosong dekat makam. Lokasi kan dekat makam dari jalan raya sekitar 100 meter," imbuh Sri Harjono.

Adapun Kapolsek Jatinom, AKP Damin, menambahkan begitu mendapat laporan dirinya dan piket langsung ke lokasi. Setelah dibuka isinya ternyata bangkai ular piton.

"Isinya bangkai ular piton cukup besar. Ya menggegerkan warga sekitar, dikira yang tidak-tidak," ungkap Damin saat diminta konfirmasi detikJateng.

Menurut Damin, posisi karung di selokan pinggir jalan sehingga warga sejak sore curiga. Masyarakat diimbau untuk tidak membuang bangkai sembarangan.

"Kita imbau meskipun itu binatang ternak atau piaraan untuk tidak dibuang sembarangan, baik diletakkan di jalan atau dibuang ke sungai. Lebih baik dikubur sehingga tidak mengganggu," katanya.



(apu/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads