Arus lalu lintas di Jalan Ir Soekarno, Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, macet parah gegara banjir yang merendam di kawasan Simpang Empat Patung Pandawa. Kemacetan juga terjadi di jalur alternatif Bacem-Gading yang menghubungkan Kota Solo dengan Sukoharjo.
Pantauan detikJateng di lokasi, Rabu (15/4), petugas dari kepolisian dan Dinas Perhubungan Sukoharjo masih melakukan pengaturan lalu lintas. Hingga pukul 09.00 WIB, banjir masih terpantau di ruas jalan dari Sukoharjo menuju Solo, dan jalan komplek elit Sektor 1.
Tampak jalan di komplek Sektor 1, dan Jalan Ir Soekarno tergenang air dengan ketinggian sekitar 10-20 sentimeter. Meski masih dapat dilalui kendaraan, namun terjadi pelambatan arus lalu lintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Lantas Polres Sukoharjo, AKP Doohan Octa Prasetya, mengatakan pihaknya terus melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kepadatan.
"Terpantau di Solo Baru padat merayap akibat adanya genangan air dari Bundaran Pandawa hingga Tanjung Anom," kata Doohan kepada detikJateng, Rabu (15/4/2026).
Doohan mengatakan, ketinggian air di Jalan Ir Soekarno masih dapat dilalui kendaraan, sehingga belum dilakukan penutupan jalan.
Dia mengatakan, jalur alternatif jalan Solo-Sukoharjo yang melintasi Gading-Bacem juga mengalami kemacetan karena padatnya arus lalulintas.
"Bacem-Gading juga terdapat beberapa kendala, karena macet karena dipakai pengendara," ucapnya.
Diketahui, banjir di jalan Ir Soekarno terjadi sejak Selasa (14/4) pukul 20.00 WIB. Meski hujan telah reda, namun genangan air di sejumlah titik masih belum surut.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah wilayah di Kecamatan Baki dan Grogol, Sukoharjo, terdampak banjir akibat luapan anak sungai Bengawan Solo. Banjir menggenangi jalan, dan di sejumlah titik air hingga masuk rumah warga.
Baca juga: Banjir Masih Rendam Tipes Solo |
Camat Grogol Herdis Kurnia Wijaya mengatakan, sejumlah desa yang terdampak ada di Manang, Sanggrahan, Banaran, Cemani, Gedangan, dan Lenganharjo. Banjir terjadi akibat sejumlah anak sungai tidak mampu menampung debit air seperti di Kali Mranggen, Kali Kembang, Saluran Irigasi depan RS dr. Oen, dan Kali Jenes.
"Ketinggian air sampai 30an sentimeter, hanya luberan. Kalaupun ada yang mengungsi, ke rumah tetangganya. Kalau kondisi Sungai Bengawan Solo aman, ini luberan dari barat," kata Herdis, saat dihubungi detikJateng, Selasa (14/4/2026) malam.
Dihubungi terpisah, Salah seorang warga Sanggrahan, Naharuddin mengatakan, hujan deras turun mulai sekira pukul 15.00 WIB. Sementara air mulai naik ke pemukiman sekira pukul 19.30 WIB, Selasa (14/4).
"Air mulai naik sehabis isya tadi. Paling tinggi 50 sentimeter, sebagian ada yang sudah masuk rumah," kata Naharuddin.
Dia mengatakan, banjir terjadi karena anak sungai Bengawan Solo tidak mampu menampung besarnya debit air. Ditambah di kawasan Sanggrahan mendapatkan kiriman dari Gentan.
"Air kiriman dari Gentan luber ke sungai sampai belakang Konimex," ucapnya
(dil/apu)











































