Warga Karang Blora Tewas Usai Tertusuk Pisau Gerinda

Warga Karang Blora Tewas Usai Tertusuk Pisau Gerinda

Achmad Niam Jamil - detikJateng
Selasa, 14 Apr 2026 18:38 WIB
Aparat kepolisian melakukan olah TKP di Desa Karang, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Selasa (14/4/2026).
Aparat kepolisian melakukan olah TKP di Desa Karang, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Selasa (14/4/2026). Foto: Dok Polres Blora
Blora -

Peristiwa tragis menimpa S (69) warga Desa Karang, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora meninggal dunia (MD) karena terkena mata pisau gerinda. Tubuhnya bersimbah darah.

"Korban terkena mata pisau buatannya sendiri sepanjang 14 cm yang dipasang pada mesin gerinda. Saat mesin dihidupkan, mata pisau tersebut menyangkut pada jaring paranet yang berada di dekatnya hingga patah dan terpental mengenai kaki korban," ungkap Kasi Humas Polres Blora AKP Midiyono kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).

Peristiwa ini terjadi di rumah anak korban, Marpuah. Korban diketahui oleh anak korban AZ (39) sekira pukul 11.00 WIB. Rumah tersebut dalam kondisi kosong namun sering digunakan korban untuk aktivitas pertukangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat memasuki rumah tersebut, saksi (AZ) mendapati korban sudah dalam posisi telentang bersimbah darah," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis, korban diduga kuat mengalami kecelakaan kerja saat sedang mengoperasikan mesin gerinda.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka terbuka yang cukup dalam pada paha kaki kiri dan pergelangan kaki kanan hingga mengakibatkan patah tulang," ungkap Midiyono.

Dia mengatakan, korban mengalami pendarahan karena terdapat luka terbuka pada paha kiri dengan kedalaman mencapai tulang.

"Pihak medis menyatakan terdapat luka terbuka pada paha kiri dengan kedalaman mencapai tulang yang memicu pendarahan aktif. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian," jelasnya.

Petugas yang berada di TKP mengamankan sejumlah barang bukti berupa mesin gerinda, dua buah mata pisau modifikasi, jaring paranet, serta peralatan pertukangan lainnya.

"Pihak keluarga menyebutkan bahwa korban memang memiliki kebiasaan memodifikasi sendiri alat-alat pertukangan untuk kegiatannya sehari-hari," bebernya.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Midiyono mengimbau kepada warga masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menggunakan peralatan tukang.

"Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan alat pertukangan, terutama alat yang telah dimodifikasi secara mandiri karena memiliki risiko keamanan yang tinggi," paparnya.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads