Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyatakan tengah menggulirkan sejumlah skema untuk membatasi kendaraan besar melintas di jalur Silayur atau Jalan Prof. Dr. Hamka di Kecamatan Ngaliyan. Selain pemasangan portal, sejumlah u-turn di jalan tersebut bakal ditutup permanen.
Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Ia mengungkap Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang sudah memertimbangkan sejumlah skema.
"Teman-teman Dishub ada beberapa skema untuk mengurangi intensitas (mobilitas kendaraan berat), karena kalau perubahan secara menyeluruh itu kita membutuhkan proses membuat jalannya tidak curam, itu harus landai," jelas Agustina saat ditemui di Balai Kota Semarang, Selasa (14/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu mungkin, mungkin, pertimbangannya kawasan (industri) belum ada, sehingga ini untuk jalur urban, tapi kemudian ketika ini menjadi jalur truk besar ini risikonya besar sekali," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan pihaknya menyiapkan langkah pencegahan kecelakaan di jalur Silayur dengan melakukan pembatasan kendaraan berat.
"Kita harus ada langkah real dan konkret untuk menyetop kecelakaan yang kerap terjadi di Silayur. Teknisnya untuk di jangka pendek ini kita tetap harus ada pembatasan kendaraan berat meskipun mereka ada izin naik," kata Danang.
Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, Selasa (14/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng |
Pembatasan kendaraan berat di jalur Silayur itu bakal dilakukan dengan memasang portal setinggi 3,4 meter di dua titik.
"Jadi nanti trailer, tronton, kemudian kereta tempelan gandengan, itu kita perketat, kita larang dengan pembatasan ketinggian. Jadi ada portal di dua titik seperti yang kita survei kemarin," sebutnya.
"Dari arah bawah itu di Pasar Jrakah, kemudian yang dari atas di ujung di kantor Sabhara, ada dua titik (pemasangan portal). Jadi portalnya nanti akan kita aplikasikan di situ 3,4 meter. Nah, jadi itu kendaraan-kendaraan kereta gandengan, tempelan, kemudian yang di atas 8 ton, itu tidak bisa (lewat)," lanjutnya.
Meski begitu, Dishub bakal melakukan buka tutup portal pada pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.
"Akan tetapi mereka tetap kita akomodir sesuai dengan jam layanan operasional dari jam 11.00 malam. Kalau sekarang ini sampai jam 04.00 pagi, nantinya jam 11.00 (malam) sampai jam 05.00 pagi," terangnya.
Danang mengatakan, pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai melakukan masa konstruksi pemasangan portal.
"Ini dari PU sudah mulai penerapan masa konstruksinya di lapangan. Tadi saya dilaporin sudah mulai dibongkar-bongkar begitu," katanya.
Lebih lanjut, Danang menyebut ada empat titik u-turn yang bakal ditutup permanen. Titik u-turn yang bakal ditutup yakni titik rawan kecelakaan.
"U-turn sementara ini ada empat yang akan kita tutup yang terutama di lokasi-lokasi yang rawan kecelakaan. Tidak menutup kemungkinan ada penambahan u-turn lagi yang akan ditutup permanen," sebutnya.
Selain itu bakal dilakukan juga pelebaran jalan di titik bottleneck atau kemacetan. Hal tersebut bakal disosialisasikan kepada masyarakat dan perusahaan.
"Kemudian ada bottleneck. Kalau dari atas itu sebelah kiri itu di ujung perumahan Permata Puri akan dilakukan pelebaran supaya menghindari bottleneck di situ," kata Danang.
Kecelakaan di Jalur Slayur kerap terjadi. Dari pantauan detikJateng di lokasi beberapa waktu lalu, jalur tersebut masuk dalam kategori terjal.
Terbaru, satu unit truk trailer menabrak satu unit mobil Yaris, motor Vario, dan sebuah gerobak cilok pada 10 April 2026 pagi. Akibatnya, terjadi macet panjang dan tiga orang dilarikan ke rumah sakit lantaran menderita luka ringan.

