Jateng Jadi Percontohan Menu Ikan 2 Kali Sepekan di MBG

Jateng Jadi Percontohan Menu Ikan 2 Kali Sepekan di MBG

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Senin, 13 Apr 2026 14:45 WIB
Kementerian Koordinator Bidang Pangan bilang akan menghubungkan unit pengolahan ikan dan produk ikan para UMKM untuk menyuplai dapur SPPG.
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (12/4/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Pemerintah merencanakan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyajikan menu ikan setiap dua kali dalam sepekan. Jawa Tengah (Jateng) menjadi pilot project atau percontohan untuk pengembangan menu ikan di MBG.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara. Ia menyebut Jateng jadi percontohan karena banyaknya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jateng yang sudah beroperasi, yakni 3.741 SPPG.

"Jawa Tengah luar biasa dukungannya untuk MBG. SPPG-nya termasuk yang paling banyak, banyak yang sudah dapat sertifikasi. Kami mencoba melihat Jawa Tengah ini sebagai pilot project," kata Dandy di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (12/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dandy mengatakan, pihaknya akan menghubungkan unit pengolahan ikan dan produk ikan para UMKM untuk menyuplai dapur SPPG.

"Supaya nanti bakal lebih banyak menu ikan dalam MBG. Kalau yang kami dengar sudah banyak SPPG langsung berhubungan dengan UMKM," ujar dia.

ADVERTISEMENT

"Ke depannya kita berharap, kalau bisa semua SPPG selalu konsisten memasukkan menu ikan dalam menu MBG setiap hari. Kita ada program Gemar Ikan, nanti bila disetujui, menu ikan (di MBG) itu bisa dua kali dalam seminggu, secara nasional," sambungnya.

Menurut Dandy, saat ini frekuensi menu ikan dalam MBG di berbagai daerah masih bervariasi. Ada yang sudah menyajikan tiap seminggu sekali atau dua minggu sekali.

"Tapi ini (rencana menu ikan di MBG tiap dua kali dalam seminggu) masih perlu kita tunggu, karena kekuatan hulunya juga harus kita siapkan. Unit pengolahan ikan harus siap menghadapi ini. Baik infrastrukturnya, sertifikasinya," ucapnya.

Dandy juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas ikan agar tetap segar dan aman dikonsumsi.

"Ini pentingnya rantai pasok dingin, baik dari ikan ditangkap dari laut atau dari budidaya, sampai ke menu anak-anak. Dan memang pengolahannya banyak yang sudah berhasil karena memenuhi sertifikat," jelasnya.

"Kita berharap tidak terjadi lagi keracunan, khususnya dari ikan, karena kita memberikan perhatian kepada rantai pasoknya," imbuh dia.

Saat ditanya apakah harga ikan dapat mencukupi anggaran MBG per porsinya, Dandy menjawab optimistis. Ia menyebut harga ikan relatif terjangkau dan bisa jadi alternatif sumber protein selain ayam.

"Ikan itu sebenarnya harganya terjangkau. Apalagi yang sudah diolah, dibumbuin, dipotong, dicabut tulang, cabut kulit, diolah tambahin tepung, bumbu, harganya masuk," kata dia.

Dia menambahkan, penyediaan menu ikan dalam MBG di Jateng juga didorong dengan adanya kampung nelayan merah putih dan bioflock yang dibangun di Jateng.

"Di Jawa Tengah ada lima kampung nelayan merah putih sudah dibangun, ada di Pati, Jepara, Purworejo, sama Kebumen. Dibangun juga bioflock tematik untuk ikan lele dan ikan nila," terangnya.




(dil/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads