Murid SMKN 1 Klaten Diduga Keracunan Usai Makan Mi Ayam MBG

Murid SMKN 1 Klaten Diduga Keracunan Usai Makan Mi Ayam MBG

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Kamis, 09 Apr 2026 14:07 WIB
Keracunan MBG.
Penampakan SMKN 1 Klaten, Kamis (9/4/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Siswa SMKN 1 Klaten mengalami gejala mules bahkan diare hari ini. Gejala tersebut dialami siswa sejak setelah sehari sebelumnya sempat menyantap mi ayam program makan bergizi gratis (MBG).

"Ya cuma diare, ya belum (sembuh). Ya diarenya dari semalem, cuma perutnya muser-muser, mangsur-mangsur (diare)," ungkap seorang siswa, R, kepada detikJateng di sekolah, Kamis (9/4/2026) siang.

Dijelaskan R, meskipun mengalami mulas dan diare, belum ada informasi yang sampai dibawa ke RS. Dirinya tidak tahu penyebab pastinya tapi hari Rabu (8/4) memang menyantap menu MBG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin makan MBG mi ayam itu pak. Tidak sampai ke RS saya," kata siswa kelas XII itu.

ADVERTISEMENT

Siswi SMKN 1 Klaten lainnya, N, menyatakan hal serupa. Dirinya hari ini masih merasakan mulas dan diare sehingga pulang lebih awal.

"Saya juga (diare) makanya ini mau pulang, sejak kemarin (terasa). Kemarin menunya mi ayam (MBG) kemarin jam 10.00 WIB-an," kata N kepada detikJateng.

Menurut N, setelah pulang sekolah sampai rumah baru terasa gejala mules dan diare. Jadi terasanya tidak di sekolah.

"Jadi di rumah terasanya, bukan di sekolah tapi di rumah. Jadi kemarin pada di rumah," lanjut N.

Pantauan detikJateng di SMKN 1 Klaten Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, tidak ada evakuasi ke layanan kesehatan. Siswa beraktivitas seperti biasa, termasuk menerima jatah MBG.

Wakasek kesiswaan SMKN 1 Klaten, Tri Aji Budiarto, menyatakan penyebab belum diketahui dan tidak ada data rill jumlah siswa yang bergejala. Hanya memang ada beberapa siswa yang melapor.

"Jumlah yang bergejala tidak masuk data riil di kami, hanya ada beberapa siswa yang melaporkan, kalau (jumlahnya) 10 orang lebih," ungkap Tri di kantornya.

Dia membenarkan jika hari Rabu (8/4), siswa menerima MBG berbahan ayam. Pihak SPPG juga sempat melakukan penarikan jatah di sekolah.

"Jadi begitu SPPG datang, kemudian langsung kita bagi, baru SPPG menyusul ke sini mau melakukan penarikan tapi bacut ada yang dibagi. Kemungkinan ayamnya menurut SPPG," terang Tri.

"Kemungkinan ayamnya yang dimakan anak-anak itu yang bermasalah, guru yang sakit perut juga ada karena kebagian. Nggak ada, saya juga berharap tidak ada (yang dibawa ke RS)," pungkas Tri Aji.




(apu/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads