Kunjungan ke Pati, Mendikdasmen Dilapori Sekolah Rusak-Roboh

Kunjungan ke Pati, Mendikdasmen Dilapori Sekolah Rusak-Roboh

Dian Utoro Aji - detikJateng
Minggu, 12 Apr 2026 15:01 WIB
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra curhat kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait adanya sekolah di wilayahnya yang baru saja roboh.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti saat menghadiri acara peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Pati di SMP Negeri 8 Pati, Minggu (12/4/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng.
Pati -

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra curhat kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI terkait adanya sekolah dasar di wilayahnya yang baru saja roboh. Chandra berharap agar sekolah yang kondisinya tidak layak agar mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.

Hal ini diungkapkan Chandra saat menghadiri acara peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Pati PHTC Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di SMP Negeri 8 Pati, Minggu (12/4/2026). Hadir langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti.

Chandra bercerita jika barusan menerima laporan adanya bangunan sekolah dasar di Desa Mencon Kecamatan Pucakwangi yang roboh tadi. Kejadian ini karena hujan deras dan ditambah kondisi bangunan sekolah yang sudah lapuk dimakan usia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti tadi pagi di SD Mencon Kecamatan Pucakwangi gedungnya roboh dan syukur tidak ada korban jiwa karena posisi hari Minggu, karena ini menjadi perhatian dari kita dan kita akan membentuk tim hari Senin besok untuk mengecek sekolah," jelas Chandra saat memberikan sambutan di SMP Negeri 8 Pati, Minggu (12/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya dalam kejadian sekolah roboh tidak ada korban jiwa. Sebab saat kejadian tidak ada proses kegiatan belajar mengajar di kelas.

"Itu karena hujan semalam karena lebat sekali, jadi penumpang sudah lapuk sehingga kondisinya roboh," jelasnya.

Dia mengatakan selain sekolah dasar yang roboh tersebut juga ada 19 bangunan sekolah di daerah bencana seperti Sukolilo, Kayen, Gabus dan Juwana juga tidak layak karena terdampak bencana alam.

"Sekolah terdampak bencana ada 19 sekolah dan kami juga mengajukan sekolah-sekolah lain," jelas dia.

Oleh karena itu, Chandra akan membentuk tim melakukan pendataan sekolah di Pati yang kondisinya sudah tidak layak. Dari data itu akan dilaporkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI agar segera mendapatkan pembangunan.

"Tahu sendiri sekolah di Pati yang masih banyak gedungnya masih pakai inpres yang lama, itu rencana hari Senin akan kita adakan evaluasi semua sekolah dimana gedung itu masih layak atau tidak. Kemudian akan dilaporkan kepada Pak Menteri," ungkap dia.

Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah memiliki program revitalisasi satuan pendidikan. Pemerintah kata dia telah menganggarkan Rp 16,9 triliun yang menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

"Program revitalisasi tahun 2025 dengan anggaran Rp 16,9 triliun alhamdulillah bisa menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dan 90 di antara ada di Kabupaten Pati," jelas Mu'ti saat memberikan sambutan di SMP Negeri 8 Pati siang tadi.

"Itu baru tahun 2025, dan insya Allah tahun 2026 program itu akan kami lanjutkan kami. Prioritas tahun 2026 revitalisasi untuk sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah 3 T dan rusak berat," lanjut dia.

Terkait dengan laporan sekolah rusak di Pati, Mu'ti meminta agar pihak pemerintah mendata secara benar. Ia meminta pihak sekolah tidak menutupi jika memang kondisi bangunan kelas dan sebagainya apabila sudah tidak layak agar dilaporkan.

"Karena itu Pak Plt Bupati Pati monggo didata sekolahnya sebagaimana mestinya, karena kami memiliki data yang ternyata tidak sinkron di lapangan. Dilaporkan sekolah baik-baik saja ternyata kita kunjungi tidak baik-baik saja," jelas dia.

"Saya tahu supaya akreditasi sekolah bagus, nah itu namanya kita minta data pokok yang dikirim pokoknya data, tolong disampaikan apa adanya sehingga kami nanti bisa bersama pemerintah daerah memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak terutama dalam 3 kriteria tadi, sekolah terdampak bencana, sekolah 3T, dan sekolah fisiknya rusak berat," lanjut dia.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads