Polda Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan sejumlah langkah pengamanan untuk mengantisipasi aksi demonstrasi mahasiswa hari ini. Sebanyak 1.408 personel dari Polrestabes Semarang dan Polda Jateng diterjunkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 800 mahasiswa akan menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Jateng. Mereka mendesak MK mengabulkan perkara 157/PUU-XXIII/2025, menurunkan Prabowo-Gibran, dan mengusut pelaku intelektual penyiraman Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, Andrie Yunus.
Pantauan detikJateng di Kantor Gubernur Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, sekitar pukul 14.00 WIB, belum ada massa yang tiba. Namun, kantor Gubernuran itu telah dipenuhi banyak anggota kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekuatan personel polisi yang dilibatkan 1.408 personel baik dari Polrestabes Semarang dan BKO Polda Jateng," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto saat dihubungi detikJateng, Rabu (9/4/2026).
Ia mengatakan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan koordinator lapangan (korlap) terkait pelaksanaan aksi agar kegiatan berjalan aman, lancar, dan tidak mengganggu masyarakat, terutama pengguna jalan raya.
"Kemudian kita menyiapkan personel untuk melakukan pelayanan kegiatan demo ini, supaya mereka terayomi dan tidak menimbulkan perdebatan situasi yang tidak diinginkan," ungkapnya.
Dalam pengamanan nanti, kata dia, personel akan ditempatkan di sejumlah titik yang menjadi tujuan aksi, khususnya kantor-kantor pemerintahan seperti Balai Kota Semarang dan kantor Gubernuran.
"Pengamanan dilakukan di lokasi-lokasi yang akan mereka tuju, terutama di kantor pemerintahan," ungkapnya.
"Kesiapan penanganan aksi demo salah satunya (anjing) K-9 yang sudah disiapkan. Cuma pelengkap kepolisian kan pasti harus ditampilkan atau disiapkan," lanjutnya.
Selain itu, kesiapan unit pendukung seperti penanganan huru-hara juga telah disiapkan sebagai langkah antisipasi. Ia mengimbau massa untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi pihak-pihak yang ingin mengacaukan situasi.
"Silakan menyampaikan aspirasi, tapi hindari penyusup yang ingin membuat kacau. Tetap jaga kondusivitas dan hargai masyarakat lain, khususnya pengguna jalan," tegasnya.
Ia menegaskan, jika terjadi tindakan anarkis dalam aksi nantinya, kepolisian akan mengambil langkah tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Ya tentunya kalau ada tindakan anarkis kita sudah mempersiapkan itu semua, supaya mereka tidak melakukan tindak pidana," pungkasnya.
