Puluhan petani menggelar aksi demo di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pati. Mereka mengeluh karena tak bisa mendapat pupuk subsidi.
Petani ini tergabung dalam Aliansi Masyarakat Perhutanan Sosial Kabupaten Pati menggeruduk kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pati sejak pagi. Mereka datang membawa truk dan sound pengeras suara untuk menyampaikan orasi.
Petani yang mengikuti aksi membawa berbagai spanduk. Mulai dari 'Pupuk langka pemerintah dimana?', 'pupuk dikurangi bikin petani sakit hati', 'pupuk subsidi tidak bisa dibeli petani pemerintah dimana?'. Lalu ada yang menarik bertuliskan 'Mudah cari LC daripada pupuk bersubsidi'. LC ini dimaksud adalah ladies companion atau pemandu karaoke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa yang semula akan berorasi di depan kantor, dipersilakan masuk ke halaman Dinas Pertanian Pati. Koordinator aksi, Saman mengatakan harga pupuk subsidi mengalami kenaikan cukup signifikan. Semula dari Rp 115 ribu per sak kini harus dibeli dengan harga Rp 230 ribu per sak. Harga tersebut dinilai memberatkan para petani.
"Petani hutan beli pupuk dengan harga Rp 230 ribu. Mata kalian di mana, telinga kalian di mana," kata Saman saat melakukan orasi di halaman kantor Dinas Pertanian Pati, Kamis (9/4/2026).
Saman mengatakan permintaan para petani tidak muluk-muluk. Mereka ingin harga pupuk murah dan mudah didapatkan oleh para petani perhutanan.
Petani hutan melakukan demonstrasi buntut tak dapat akses ke pupuk subsidi, Kamis (9/4/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
"Kami petani hutan kami tidak minta muluk-muluk dan kami tertib disuruh masuk kami siap masuk, kami tidak ingin mengganggu lalu lintas, kami sadar hukum kami masyarakat hutan sudah dibiarkan, harga pupuk mencapai Rp 230 ribu per sak (karung)," kata Saman.
"Sudah beberapa kali musim sudah beberapa kali panen, kami waktu mupuk tidak ada pupuk," Saman melanjutkan.
Saman mengancam apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi maka petani akan kembali datang menggelar aksi yang lebih besar lagi.
"Kalau pada hari ini dinas tidak bisa mengalokasi pupuk bagi petani hutan kami akan datang lagi ke sini dengan massa yang lebih besar," tegas Saman.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto berjanji akan memenuhi tuntutan para petani. Ratri akan mengupayakan kebutuhan pupuk subsidi bagi petani hutan yang memiliki legalitas.
Massa petani hutan demo minta akses beli pupuk subsidi, Kamis (9/4/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
"Intinya insyaallah kawan-kawan dari kelompok petani hutan akan kami bantu akan kami upaya untuk pupuk subsidi yang memang bagi petani hutan punya legalitas," jelas Ratri ditemui di lokasi.
Ratri mengatakan akan mendata legalitas setiap Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) termasuk jumlah para petani yang ada di dalamnya. Dengan demikian, petani hutan yang legal akan diupayakan mendapatkan pupuk subsidi.
"Kami akan melihat legalitas setiap KPH dan petani yang ada di dalamnya kemudian kita lakukan harmonisasi dan juga akan berkoordinasi dengan balai perhutanan nasional di Jakarta terkait dengan keabsahan. Intinya yang legal akan kita perjuangkan untuk pupuk subsidinya," jelasnya.
(afn/afn)













































