Seorang petani bernama Rusman (44) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), nyaris menjadi korban terkaman seekor ular piton sepanjang 6 meter. Insiden itu terjadi saat korban tengah membersihkan kebunnya.
"Kebetulan itu teman yang punya kebun lagi membersihkan. Pas mungkin hampir terinjak, (ularnya) melompat. Sempat digigit kakinya tapi untung ada celananya," ujar teman korban bernama Kasim kepada detikSulsel, Rabu (8/4/2026).
Momen Rusman diserang piton terjadi di Jalan Syamsu Alam Bulu, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, tadi pukul 09.15 Wita. Kasim mengungkap dia ikut menangkap dan membunuh pitonnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tangkap tadi di pinggir sungai. Terus ular itu melawan terus, tidak bisa (dijinakkan), jadi saya bunuh," katanya.
Dibunuh karena Susah Dijinakkan
Kasim melanjutkan ular tersebut ditngkap dengan dibantu dua warga yang juga datang ke lokasi. Mereka bergegas ke lokasi setelah Rusman yang berhasil selamat berlari ke permukiman dan meminta bantuan warga.
"Ada tiga orang tadi yang tangkap. Iya ditangkap pakai tangan. Itu jenis ular piton. Mungkin lebih besar dari paha orang dewasa. Panjangnya kurang lebih 6 meter," bebernya.
Kasim berujar, dia terpaksa menebas piton tersebut hingga mati karena reptil melata itu memberikan perlawanan. Ia menyebut ularnya sangat berbahaya.
"Pakai parang tadi kita bunuh. Karena kan susah dijinakkan. Membahayakan juga," katanya.
Menurutnya, wilayah di sekitar sungai memang sering menjadi habitat ular. Namun, temuan kali ini merupakan yang terbesar yang pernah dihadapi warga setempat.
"Memang sering ditemukan ular, tapi ini yang paling besar. Biasanya cuma kecil-kecil ukuran betis. Karena sempat melawan, jadi dieksekusi saja," pungkasnya.
(apu/ams)











































