Sebuah video di media sosial memperlihatkan satu unit sepeda motor terbakar di Jalan Baru Universitas Diponegoro (Undip), Kecamatan Tembalang,Kota Semarang, berujung viral. Pasalnya, pemilik motor tersebut masih mengalami syok usai motornya hangus terbakar.
Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @portalsemarang, Rabu (8/4/2026). Dituliskan, kebakaran motor tersebut terjadi pada pagi ini pukul 06.20 WIB.
Dalam video tersebut, tampak kendaraan berlalu-lalang di sebuah jembatan. Sementara itu, di sisi lain jalan jembatan terdapat sebuah motor terbakar. Kondisi api tampak begitu besar dibarengi asap hitam tebal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Balai Desa Gondosuli Karanganyar Terbakar |
Dimintai konfirmasi atas kejadian tersebut, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan pihaknya telah menangani kejadian tersebut.
"Sudah ditangani," jelas Trantri kepada detikJateng melalui pesan tertulis siang ini.
Dari foto yang didapat detikJateng dari Damkar Kota Semarang, tampak motor sudah hangus dan hanya tersisa rangkanya.
Kondisi motor Supra yang terbakar di Jalan Baru Undip, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Rabu (8/4/2026). Foto: dok. Damkar Kota Semarang |
Tantri menjelaskan, pemilik motor tersebut masih belum bisa dimintai keterangan lantaran syok. Adapun motor yang terbakar yakni Honda Supra
"Pemilik sepeda motor masih belum bisa dimintai keterangan. (Berarti masih belum bisa dimintai keterangan nama dan sebagainya untuk pemilik motor?) Belum masih syok. Motor Honda Supra," ungkapnya.
Adapun dugaan kebakaran terjadi lantaran arus pendek di motor. Usai mendapat laporan dari saksi, Damkar Kota Semarang langsung menuju lokasi dan berhasil memadamkan api dalam waktu 10 menit.
"(Dugaan penyebab kebakaran?) Arus pendek. (Saksi) Menghubungi pos induk lapor tentang kebakaran sepeda motor di lokasi tersebut," kata Tantri.
"Kemudian (laporan) dilambungkan ke Pos Banyumanik dan segera personel menuju lokasi. Response time 10 menit. Kerugian belum diketahui," pungkasnya.
(apu/ahr)












































