SPBU Sriwijaya Semarang Ditutup 2 Hari Usai Insiden Motor Konsumen Terbakar

SPBU Sriwijaya Semarang Ditutup 2 Hari Usai Insiden Motor Konsumen Terbakar

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Senin, 06 Apr 2026 12:20 WIB
Suasana SPBU Sriwijaya yang ditutup mulai Senin-Selasa, 6 dan 7 April 2026, usai kejadian kebakaran motor Fiz R beberapa hari lalu.
Suasana SPBU Sriwijaya yang ditutup mulai Senin-Selasa, 6 dan 7 April 2026. Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Pihak Pertamina menutup SPBU di Jalan Sriwijaya, Candisari, Kota Semarang, usai insiden kebakaran motor. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Taufiq Kurniawan, menyebut SPBU Sriwijaya ditutup selama dua hari sebagai bentuk pembinaan.

Pantauan detikJateng di SPBU Sriwijaya, Senin (6/4/2026), tampak banner bertuliskan 'SPBU INI DALAM PEMBINAAN' dipasang di depan lokasi. Tampak pihak Damkar Kota Semarang berada di lokasi bersama petugas SPBU.

Taufiq menjelaskan SPBU Sriwijaya ditutup sejak dini hari tadi pukul 00.00 WIB. Penutupan SPBU tersebut berlangsung selama dua hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi hari ini pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB, sebenarnya sudah dari jam 00.00 WIB, SPBU itu sudah kita tutup. Tapi kita pasang spanduk imbauan kepada konsumen pemberitahuan bahwa SPBU ini kami tutup sementara selama 2 hari untuk masa pembinaan," jelas Taufiq saat ditemui detikJateng di SPBU Sriwijaya siang ini.

ADVERTISEMENT

Taufiq menyebut alasan ditutupnya SPBU Sriwijaya bukan lantaran pelanggaran prosedur, tetapi untuk memperkuat kesadaran usai kebakaran motor Fiz R pada Jumat (3/4) lalu.

"Nah, masa pembinaan ini bukan karena pelanggaran operasional atau pelanggaran prosedur di SPBU tetapi karena untuk memperkuat aspek awareness terhadap kejadian kemarin," ungkapnya.

Selain itu, penutupan SPBU Sriwijaya dilakukan untuk memperkuat dua aspek, yakni pembekalan sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan.

"Yang pertama, kami berikan pembinaan terkait pembekalan SDM. Pembekalan SDM ini ini meliputi aspek safety. Kemudian aspek-aspek pelayanan lainnya sehingga berhasil nanti diwujudkan pelayanan," sebut Taufiq.

"Kalau sudah terjadi kebakaran, terjadi di mana pun itu di area sekitar SPBU, yang bicara kemanusiaan, bukan lagi operasional atau bisnis. Sehingga wajib hukumnya kepada setiap manusia yang ada di situ untuk bisa membantu terjadinya kebakaran," imbuhnya.

Suasana SPBU Sriwijaya yang ditutup mulai Senin-Selasa, 6 dan 7 April 2026, usai kejadian kebakaran motor Fiz R beberapa hari lalu.Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Taufiq Kurniawan, dan Kabid Pencegahan Damkar Semarang Eustachius Marsudi Wisnugroho Subowo di SPBU Sriwijaya. Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng

Selain untuk pembinaan, momen tersebut juga digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana. Pertamina pun melibatkan Damkar Kota Semarang terkait aspek keselamatan.

"Kita gunakan masa dua hari ini untuk perbaikan sarpras. Dicek semuanya tadi sama damkar, peletakan APAR itu seperti apa, ketinggiannya berapa. Kemudian aspek-aspek operasional lain yang mengganggu hambatan terkait safety maupun perbaikan layanan ke masyarakat," ungkap Taufiq.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Eustachius Marsudi Wisnugroho Subowo, menerangkan hasil pengecekan di SPBU Sriwijaya. Menurutnya, peralatan mitigasi kebakaran sudah bagus.

"Kalau pengecekan peralatan pencegahan pemadaman kebakaran di sini sudah bagus. Jadi tinggal memang pemanfaatannya nanti kita bekerja sama dengan pihak manajemen, supaya respons ini bisa ditingkatkan," kata Wisnugroho saat ditemui di SPBU Sriwijaya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran motor Fiz R tersebut terjadi pada Jumat (3/4) sore. Saat itu, pemilik motor Chandy Salsabila Hardina, dan pacarnya, Chiko Relisviano Ramadhan, mengisi BBM di SPBU di Jalan Sriwijaya.

"Jadi waktu habis isi bensin motor saya, ku stater keluar api. Mungkin korslet di pengapian/kelistrikan," jelas Chandy.

Chandy mengatakan saat itu dirinya pergi ke petugas SPBU untuk mendapat bantuan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

"Nah saya lari ke orang-orang pom mohon agar dipadamkan menggunakan APAR. Tetapi pihak pom tidak boleh dengan alasan mahal alias dipersulit," ungkapnya.

"Nah saya padamkan sendiri tapa bantuan mereka. Nggak ada yang mendekat malah mereka bilang jauhin montornya dari pom sambil ditarik-tarik," lanjutnya.

Singkat cerita, Chandy menerangkan, pihak SPBU baru memberikan bantuan usai motor Fiz R tersebut hangus tersisa rangkanya.

"Warga yang di situ pun ikut teriak 'gunane apar iku nggo opo neh' (gunanya APAR buat apa). setelah itu pihak pom telpon manajer. Setelah tinggal rangka dan hangus, baru apar di pake," terangnya.

Penjelasan Pertamina

Dimintai konfirmasi atas kejadian tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Taufik Kurniawan, membenarkan kejadian tersebut.

"Jadi, kejadiannya itu kemarin. Kejadiannya di SPBU Sriwijaya. Kebakarannya kendaraan roda dua, Fiz R," kata Taufik kepada detikJateng.

Taufik menyebut motor tersebut terbakar di pintu keluar SPBU Sriwijaya usai mengisi BBM berjenis Pertamax.

"Posisinya itu di pintu keluar SPBU. Ceritanya itu konsumen transaksinya, kalau dari historisnya, Pertamax," jelasnya.

Saat motor tersebut hendak dinyalakan ternyata tidak bisa. Kemudian, motor tersebut diotak-atik oleh dua orang.

"Pas distarter itu nggak bisa nyala. Terus habis itu dua orang ini ngutak-atik kendaraan ini," tutur Taufik.

Pemilik motor tersebut lantas mencoba untuk menghidupkan Fiz R tersebut. Nahas, api muncul hingga membakar motor tersebut.

"Terus pemilik Fiz R mencoba menghidupkan motornya tapi malah mengeluarkan api. Terus setelah itu, awalnya api ini kecil, terus ditutup sama kain, terus disiram air. Nah, ini kan malah besar (apinya)," ungkap Taufik.

"Terus habis itu operator segera melakukan pemadaman menggunakan APAR. Terus sudah padam," imbuhnya.

Ditanya soal klaim lambatnya penanganan petugas SPBU, Taufik, mengatakan pihaknya berupaya untuk berhati-hati.

"Kalau dari kita kan pasti melakukan fokus dulu ke pelayanan. Kalau meninggalkan juga nggak bisa diabaikan di pelayanan. Karena kan itu kalau nggak ditungguin misalnya ada uap atau apa, malah area intinya yang bisa terbakar kan," jelasnya.

Taufik menegaskan pihaknya tidak bermaksud untuk mengabaikan kejadian tersebut. Pihaknya berusaha untuk menjaga keselamatan.

"Jadi kita pastikan dulu, bukan berarti nggak berniat menolong konsumen, tapi kita safety-nya di area pulau pompa dulu dengan memastikan. Setelah memastikan safety-nya di pulau pompa itu aman, terus kendaraan yang sedang dilayani itu bisa ditinggal, baru kita mengambil APAR," lanjutnya.

Taufik mengklaim petugas SPBU langsung memberikan APAR usai pemilik motor berusaha memadamkan api.

"Segera setelah ada percikan pertama kan dia langsung pakai kain sama air. Terus habis itu langsung pakai APAR kok operator kita," pungkasnya.



(ams/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads