Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengakui mengirim senjata ke demonstran ke Iran. Menanggapi hal itu, Iran mendesak PBB bertindak.
Dikutip dari detikNews, Dubes Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani menyurati Sekretaris Jenderal PBB dan Dewan Keamanan PBB. Dilansir media Iran, Press TV, Selasa (7/4/2026), Iravani mengatakan pernyataan Trump itu menegaskan posisi Iran yang sudah lama dipegang, bahwa Washington telah memicu ketidakstabilan.
"Perilaku seperti itu sejalan dengan kebijakan Amerika Serikat yang sudah lama ada dalam menciptakan, membiayai, dan mempersenjatai kelompok teroris di Timur Tengah dan sekitarnya," kata Iravani dalam surat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB dan prinsip-prinsip serta aturan-aturan dasar hukum internasional," cetusnya.
Oleh sebab itu Iravani menilai AS bertanggung jawab penuh atas semua kerugian dan penderitaan yang ditimbulkan pada warga sipil dan infrastruktur sipil selama kerusuhan Desember 2025 dan Januari 2026.
"Amerika Serikat, melalui intervensinya dalam urusan internal Iran, mempersenjatai elemen dan kelompok teroris, dan menyebarkan angka korban palsu, telah menjalankan kebijakan jahat terhadap Iran," tulis Iravani.
Dia menjelaskan bahwa mempersenjatai dan mendukung kelompok bersenjata di wilayah negara lain memicu tanggung jawab internasional.
"Dewan Keamanan harus dengan tegas mengutuk pernyataan-pernyataan berbahaya ini," katanya.
"Dewan Keamanan harus memastikan bahwa pelanggaran-pelanggaran ini tidak dibiarkan begitu saja, dan secara jelas menyatakan bahwa setiap tindakan yang merupakan dukungan negara terhadap terorisme tidak akan ditoleransi dalam keadaan apa pun," tegasnya.
Pernyataan Trump
Sebelumnya, Trump menyatakan telah mengirimkan senjata kepada para demonstran di Iran. Namun menurutnya senjata itu tidak pernah sampai ke tangan warga Iran.
"Kami mengirim senjata, banyak senjata. Senjata-senjata itu seharusnya diberikan kepada rakyat agar mereka dapat melawan para penjahat ini," kata Trump kepada wartawan di acara Paskah Gedung Putih.
"Tahukah Anda apa yang terjadi? Orang-orang yang menerima senjata itu menyimpannya," tambah Trump.
Presiden AS itu tidak menyebutkan siapa yang dituduhnya mengambil senjata tersebut. Tetapi seorang reporter Fox News mengutip Trump yang menyalahkan "perantara Kurdi" karena mengalihkan senjata tersebut.
