Misi Penyelamatan Pilot AS Dicurigai Iran Sebagai Modus Curi Uranium

Internasional

Misi Penyelamatan Pilot AS Dicurigai Iran Sebagai Modus Curi Uranium

Novi Christiastuti - detikJateng
Selasa, 07 Apr 2026 13:42 WIB
Enam jet tempur yang mengudara di langit kelabu.
Ilustrasi Perang Iran dan Amerika-Israel. Foto: UX Gun/Unsplash
Solo -

Operasi penyelamatan pilot jet tempur Amerika Serikat (AS) dianggap oleh Iran sebagai kedok untuk mencuri uranium. Pihak militer Iran juga menyebut operasi militer itu sebagai misi penipuan.

Dikutip dari detikNews, operasi militer AS untuk menyelamatkan pilot jet tempur F-15E yang jatuh di Iran merupakan kedok untuk "mencuri uranium yang diperkaya" dari Teheran.

Militer Iran lewat keterangan tegas menyatakan operasi militer AS itu "misi penipuan dan pelarian" dan bersikeras menyatakan bahwa operasi tersebut telah "sepenuhnya digagalkan".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan Presiden AS Donald Trump, pada Minggu (5/4) menyebut sudah menyelamatkan dua pilot jet tempur F-15E yang jatuh di wilayah Iran pada Jumat (3/4) pekan lalu. Trump menyebutnya sebagai operasi pencarian dan penyelamatan yang "paling berani dalam sejarah AS".

ADVERTISEMENT

Dilansir AFP, Selasa (7/4), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan ada "banyak pertanyaan dan ketidakpastian" tentang operasi militer AS di wilayah Iran tersebut. Dia juga menyebut operasi militer tersebut merupakan "bencana" bagi AS.

"Area di mana pilot Amerika diklaim berada di Kohgiluyeh dan Provinsi Boyer-Ahmad, letaknya sangat jauh dari area yang menjadi tempat mereka mencoba untuk mendarat atau ingin mendaratkan pasukan mereka di wilayah Iran bagian tengah," kata Baghaei dalam pernyataan pada Senin (6/4).

"Kemungkinan bahwa ini adalah operasi tipu muslihat untuk mencuri uranium yang diperkaya sama sekali tidak boleh diabaikan," imbuhnya.

Trump sebelumnya juga menyebut mengerahkan "puluhan pesawat, dipersenjatai dengan senjata paling mematikan di dunia, untuk menjemput" pilot jet tempur tersebut. Laporan media terkemuka AS, New York Times (NYT), yang mengutip seorang pejabat Washington yang tidak disebut namanya, menyebut bahwa pasukan khusus AS Navy SEAL Team 6 ditugaskan untuk mengevakuasi pilot AS tersebut.

NYT menyebut dua pesawat militer AS yang dikerahkan dalam misi itu terjebak di pangkalan terpencil di Iran dan terpaksa dihancurkan untuk mencegahnya jatuh ke tangan Teheran. Selanjutnya tiga pesawat angkut dikerahkan untuk mengevakuasi pilot tersebut dan tim penyelamat keluar dari Iran.

Badan intelijen pusat AS, CIA, juga melancarkan operasi palsu untuk menyebarkan kabar di Iran soal pasukan AS sedang mengevakuasi pilot tersebut keluar dari Iran melalui jalur darat.

Sedangkan Militer Iran mengatakan beberapa pesawat militer AS harus "melakukan pendaratan darurat" di Provinsi Isfahan bagian selatan, setelah terkena tembakan selama misi penyelamatan tersebut, dan AS "terpaksa membombardir pesawat yang jatuh" sebagai imbasnya.

Baghaei menyebut bahwa dua pesawat angkut militer AS jenis C-130 dan dua helikopter Black Hawk telah dihancurkan oleh Iran saat misi penyelamatan berlangsung.




(alg/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads