Top! Aflaha Hafiz Quran asal Purwokerto Diterima 10 Kampus Luar Negeri

Top! Aflaha Hafiz Quran asal Purwokerto Diterima 10 Kampus Luar Negeri

Anang Firmansyah - detikJateng
Selasa, 07 Apr 2026 12:50 WIB
Siswa SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Aflaha Prasetyo (tengah) yang diterima di 10 kampus luar negeri, Selasa (7/4/2026).
Siswa SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Aflaha Prasetyo (tengah) yang diterima di 10 kampus luar negeri, Selasa (7/4/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Senyum lega tak bisa disembunyikan dari wajah Aflaha Prasetyo. Siswa berprestasi dari SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto ini berhasil menembus 10 universitas luar negeri sekaligus, sebuah capaian yang tak datang secara instan.

Perjalanan itu, kata Aflaha, sudah ia mulai sejak pertengahan kelas XI. Berbekal tekad kuat untuk melanjutkan studi ke luar negeri, ia mulai memburu informasi kampus dan jurusan yang memiliki reputasi global serta kekuatan riset yang mumpuni.

"Saat ini alhamdulillah sudah diterima di 10 kampus luar negeri ya. Persiapannya sebenarnya dari pertengahan kelas 11. Mulai cari-cari informasi jurusan dan kampus yang risetnya bagus dan reputasinya juga bagus secara global,", Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, ia juga mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris sebagai syarat utama, termasuk mengikuti tes IELTS. Di sisi lain, berbagai dokumen penting seperti personal statement dan motivation letter turut disiapkan secara matang.

"Di samping itu juga saya mempertahankan nilai, supaya nanti di transkrip akhir tetap bagus," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Kampus luar negeri yang menerima Aflaha yaitu University of Toronto (Kanada), University of Alberta (Kanada), Victoria University of Wellington (Selandia baru), University of Calgary (Kanada), University of Minnesota (Amerika Serikat), Curtin University (Australia), The University of Queensland (Australia), Auckland University of Technology (Selandia Baru), The University of Western (Australia), dan Australian National University (Australia).

Dari 10 kampus yang menerima dirinya, University of Toronto menjadi kampus yang paling diimpikan oleh Aflaha.

"Yang diimpikan sebenarnya di Kanada, karena reputasinya sangat bagus. University of Toronto itu masuk top 29 QS World di dunia. Itu yang paling saya bangga bisa keterima di situ," ungkapnya.

Meski telah mengantongi banyak penerimaan, Aflaha mengaku masih menunggu hasil dari beberapa kampus lainnya. Ia pun masih mempertimbangkan pilihan terbaik untuk melanjutkan studinya.

Untuk jurusan, Aflaha memilih dua bidang yang cukup menantang, yakni Neuroscience dan Teknik di University of Toronto. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Ia ingin membuka peluang lebih luas sekaligus memperkaya wawasan.

"Kalau studi di luar itu kan bisa membuka wawasan dan sudut pandang yang lebih luas. Harapannya nanti ilmu yang didapat bisa diterapkan kembali di Indonesia," jelasnya.

Dalam proses pendaftaran, Aflaha mengungkapkan bahwa sebagian besar kampus memang mengenakan biaya pendaftaran. Namun, ada pula yang menyediakan beasiswa, meski kebanyakan masih bersifat parsial.

"Sebagian besar tetap bayar, tapi biasanya ada scholarship partial. Kalau mau yang full mungkin bisa daftar ke Garuda," katanya.

Di balik pencapaiannya, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting. Orang tuanya yang tinggal di Karawang disebut selalu memberi semangat sejak awal.

"Alhamdulillah orang tua sangat senang, karena dari awal mereka juga mendukung penuh," ucap anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Sementara itu, Kepala SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Sudrajat, menyebut capaian Aflaha bukanlah hal yang berdiri sendiri. Ia mengatakan, banyak siswa di sekolahnya yang berhasil menembus kampus-kampus top dunia.

"Anak-anak kami yang berminat ke luar negeri bisa diterima di kampus unggulan dunia seperti di Amerika, Kanada, Australia, dan New Zealand. Ada yang diterima di 3, 8, bahkan 10 kampus," kata Sudrajat.

Menurutnya, kunci keberhasilan para siswa terletak pada motivasi yang kuat, kemampuan bahasa Inggris yang baik, serta kemandirian dalam belajar. Tak hanya itu, para siswa juga dibekali nilai religius, termasuk hafalan Al-Qur'an.

"Yang membuat kami bangga, mereka juga sudah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an. Dan Aflaha ini sudah menyetorkan hafalannya 30 juz. Ini menjadi modal yang bagus untuk hidup di negeri orang," ujarnya.

Sekolah, lanjut Sudrajat, memang memiliki program unggulan pembinaan studi luar negeri yang sudah dimulai sejak kelas 10. Program tersebut mencakup pemberian wawasan, pemilihan jurusan, hingga pendampingan intensif menjelang pendaftaran.

"Kami mulai dari kelas 10 dengan memberikan informasi berbagai perguruan tinggi dan jurusannya. Lalu ada audiensi dengan siswa dan orang tua, hingga pembinaan intensif di kelas 12, baik bahasa, tes, maupun administrasi sampai pendaftaran," pungkasnya.




(alg/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads