Dua siswa SMA Taruna Nusantara Magelang, Rafif Farand Hardjanto (19) dan Maulana Ariq Abhyasa Ruchiat (18) diterima oleh belasan Perguruan Tinggi di luar negeri. Berikut kisahnya.
Rafif Farand Hardjanto (19), diterima di 13 Perguruan Tinggi (PT) di luar negeri. Dia juga diterima di 7 kampus dalam negeri. Saat ini dia juga masih menunggu pengumuman dari empat kampus di luar negeri.
Rafif merupakan putera kedua dari pasangan Wedo Tri Hardjanto dan Damayanti asal Pekalongan. Semenjak masih duduk di bangku SMPN 6 Pekalongan, ia selalu mendapatkan rangking.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah lulus dari SMPN 6 Pekalongan, Rafif mendaftar dan diterima di SMA TN Magelang. Saat ini Rafif sudah dinyatakan diterima di 20 PT baik luar negeri dan universitas terkemuka di Indonesia.
Menurut data dari Humas SMA TN Magelang, Rafif memperoleh 15 Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai universitas terkemuka di dunia. Di antaranya dari Monash University, University of New South Wales (UNSW), The University of Queeland (UQ), Hong Kong Polytechnic University (2 LoA), dan Hong Kong University of Science and Technology (HKUST).
Rafif juga mendapat LoA dari APU, Curtin University, Newcastle University, University of Auckland, University of Adelaide, University of Western Australia, Western Sydney University dan Oregon State University.
Dia juga diterima di 7 universitas dalam negeri yaitu ITB, UI, BINUS University, Prasetiya Mulya, Universitas Ciputra, Universitas Tarumanagara, dan Universitas Pertamina. Saat ini Rafif masih menunggu pengumuman empat PT dari luar negeri yaitu Erasmus Rotterdam, Wageningen University, Australia National University, dan RMIT.
"Saya pribadi dengan kesibukan yang ada di SMA TN mencoba untuk menjaga kebugaran. Saya punya jadwal yang fiks untuk belajar yang tidak bisa diganggu gugat," kata Rafif saat dihubungi wartawan, Senin (6/4/2026).
"Saya sendiri di luar jam sekolah, mulai dari jam 03.00 sampai jam 04.00 itu saya belajar dan itu tidak boleh (diganggu). Terus saya lanjutkan dari jam 07.00 sampai jam 09.00. Nah yang menurut saya paling penting itu titik beratnya di sini belajar itu tidak boleh terlalu lama," sambungnya.
Lelaki kelahiran 8 Desember 2007 itu mengaku lebih menekankan kualitas belajar daripada kuantitas jam belajar.
"Jadi saya belajar yang di luar jam sekolah itu cuma 2 jam sehari. Tapi saya mencoba untuk 2 jam itu kualitasnya bagus. Saya benar-benar memahami apa yang saya pelajari," imbuhnya.
Perihal 20 PT yang sudah diumumkan tersebut, Rafif mengaku ingin kuliah di Hongkong.
"Saya pengen berangkat yang ke Hongkong. Di situ ada universitas namanya Hong Kong University of Science and Technology (HKUST). Itu jurusannya di Bisnis dan Manajemen, General Business and Management," kata dia.
"Saya masih menunggu beberapa lagi yang pengumumannya belum keluar. Terutama yang dari Eropa kayak Belanda, ada Wageningen University, itu belum keluar. Habis itu, ada Erasmus Rotterdam. Itu juga hasilnya belum keluar," ujar Rafif.
Jika hasilnya sudah muncul dan dinyatakan diterima, Rafif akan memilih kuliah di Erasmus Rotterdam. Rafif juga mau mendaftar beasiswa Garuda.
"Nah kebetulan LoA yang disyaratkan ini juga harus join benua yang berbeda-beda. Jadi kita waktu daftar beasiswa Garuda itu kita submit 6 pilihan universitas satu di Amerika, Australia, Asia, sama satu di Eropa. Jadi fungsinya saya daftar ke Belanda itu untuk supaya saya dapat LoA. LoA ini nanti saya submit ke beasiswa Garuda," tutur pemuda yang bercita-cita menjadi Menteri Ekonomi itu.
Hal senada disampaikan siswa SMA TN Magelang lainnya, Maulana Ariq Abhyasa Ruchiat (18). Ia merupakan putera dari pasangan Yayat Ruchiat dan Anita Widiyaningrum yang tinggal di Kota Bogor.
Saat ini Maulana telah memperoleh 15 LoA Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN). Meliputi McGill University Canada: Bioresource Engineering, University of British Columbia Vancouver: Food Nutrition and Health Program, University of British Columbia Okanagan: Sustainability Program, University of Toronto Scarborough: Co-op Physical and Environmental Sciences, University of Toronto St Michael College: Life Science, University of Utah: Earth & Environmental Science.
Kemudian University of Minnesota: Food, Agricultural and Natural Resource, Oregon State University: Agricultural and Food Business Management, George Washington University USA: Political Science, Pennsylvania State University USA: Environmental Resource Management, The Hongkong Polytechnic University: Environmental Engineering & Sustainable Development, Monash University Australia: Bachelor of Engineering (Honours), University Western Australia: Environmental Engineering, Adelaide University: Environmental Engineering dan Ristsumeikan APU Jepang: Economics.
Selain itu, ada satu yang belum diumumkan yakni Hongkong University Science of Technology: Environmental Management and Technology. Maulana juga mengungkap kemampuannya menguasai Bahasa Inggris.
"Untuk pertama kali yang saya lakukan, saya belajar untuk meningkatkan skill Bahasa Inggris untuk mengikuti tes IELTS. Jadi pas itu latihannya benar-benar intens hampir setiap hari," kata dia saat dihubungi.
"Jadi waktu belajar malam di SMA TN. Setelah mengerjakan segala tugas yang diberikan, saya melakukan latihan IELTS, setiap harinya listening, reading dan juga writing. Selain itu saya juga belajar dan berlatih untuk exactly sambil saya juga belajar untuk TKA," ujar Maulana.
Ia yang bercita-cita menjadi ahli di bidang lingkungan. Dari 15 PTLN tersebut, kata Maulana, pilihan utama yang didaftarkan beasiswa Garuda yakni McGill University Canada: Bioresource Engineering.
"Pilihan utama saya daftarkan beasiswa garuda itu McGill University Canada. Beasiswa Garuda kita boleh memilih 6 universitas, tapi pilihan utama saya McGill," kata dia.
Penjelasan SMA TN Magelang
Sementara itu Pjs Kepala Humas SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang Muhammad Ibrahim mengatakan, kaitannya dengan penerima Letter of Acceptance (LoA) dari Perguruan Tinggi Luar Negeri itu tercatat dari 10 universitas luar negeri ada 4 orang.
"Jadi terdata ada yang satu siswa 15 LoA luar negeri, kemudian ada 13, ada yang 11 dan 10. Selebihnya itu di bawah 10, tapi dari jumlah itu dari 47 siswa itu sekitar 150-an LoA yang diterima," kata Ibrahim saat ditemui wartawan.
"Bermacam-macam, ada yang satu universitas itu mereka mendaftarkan 1, 2 sampai 5 jurusan diterima semua. Jadi, istilahnya bukan hanya satu universitas satu LoA, tapi ada dobel-dobel. Tapi, yang rekor sudah atas nama Maulana Ariq itu 15 LoA yang luar negeri. Sementara yang selanjutnya yang kemarin Rafif Farand itu yang 13 LoA," ujarnya.
Banyaknya LoA, kata Ibrahim, kaitannya dengan efek Sekolah Garuda Transformasi.
"Kami kan salah satu dari 12 sekolah unggulan garuda transformasi yang awal dirilis oleh Kemenristekdikti. Termasuk, SMA TN salah satunya dari itu kan nanti beasiswa garuda. Makanya, siswa berbondong-bondong untuk mencari LoA agar bisa mendapat beasiswa garuda," tegasnya.
