Gegara Masalah Asmara, Pria Banyumas Nekat Manjat Tower 70 Meter

Gegara Masalah Asmara, Pria Banyumas Nekat Manjat Tower 70 Meter

Anang Firmansyah - detikJateng
Minggu, 05 Apr 2026 22:11 WIB
Tim SAR mengevakuasi pemuda yang hendak bunuh diri diduga karena masalah asmara di Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas.
Tim SAR mengevakuasi pemuda yang hendak bunuh diri diduga karena masalah asmara di Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Foto: Dok. Basarnas Cilacap
Banyumas -

Seorang pemuda mencoba mengakhiri hidup di atas tower setinggi 70 meter di Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Tim SAR gabungan yang mendapatkan informasi itu langsung datang dan berupaya mengevakuasi.

Korban diketahui berinisila YN (24), warga Wlahar Wetan, Kalibagor. Insiden tersebut pertama kali dilaporkan warga pada Sabtu malam (4/4) sekitar pukul 22.07 WIB. Mendapat laporan itu, tim rescue langsung bergerak cepat menuju lokasi.

"Tim Rescue USS Banyumas diberangkatkan dengan waktu respons sekitar 11 menit setelah laporan diterima," ujar Koordinator Tim SAR, Amin Riyanto dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 22.34 WIB dan langsung melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menentukan langkah evakuasi.

ADVERTISEMENT

Proses penyelamatan berlangsung menegangkan karena korban berada di ketinggian puluhan meter dengan risiko tinggi. Petugas harus ikut naik dan melakukan pendekatan secara hati-hati agar korban tidak melakukan tindakan berbahaya.

Setelah upaya intensif dan hati-hati, korban akhirnya berhasil dibujuk oleh petugas dan bisa dievakuasi dalam kondisi selamat pada pukul 01.25 WIB.

"Korban berhasil kita evakuasi dalam keadaan selamat dan langsung mendapat penanganan medis dari tim kesehatan di lokasi," jelas Amin.

Usai evakuasi, operasi SAR ditutup pada pukul 02.00 WIB dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing. Dari informasi yang dihimpun, korban diduga nekat melakukan aksi tersebut karena persoalan asmara.

"Diduga penyebabnya karena masalah asmara," jelasnya.

Pihak SAR pun mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang di sekitarnya.

"Kami mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan kondisi serupa, sehingga dapat segera ditangani," pungkasnya.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads