Misa Minggu Paskah di Katedral Semarang Dipadati Jemaat

Misa Minggu Paskah di Katedral Semarang Dipadati Jemaat

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 05 Apr 2026 11:42 WIB
Misa Minggu Paskah di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Minggu (5/4/2026).
Misa Minggu Paskah di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Minggu (5/4/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Perayaan Paskah di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, Randusari Semarang berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Perayaan Paskah itu tak hanya diikuti umat lokal, tetapi juga diramaikan jemaat dari luar kota.

Pantauan detikJateng di Gereja Katedral Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Misa Minggu Paskah pagi ini diikuti ribuan umat yang hadir bersama keluarga. Misa dipimpin Vikaris Episkopal Semarang, Romo Johannes Baptista Rudy H, Pr.

Romo rudy menjelaskan, Hari Raya Paskah menjadi puncak dari rangkaian Trihari Suci yang telah berlangsung sejak Kamis Putih hingga Vigili Paskah, malam tadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Vigili Paskah tadi malam menandai awal kebangkitan Tuhan Yesus, yang dipercaya umat Katolik dan umat Kristiani, dengan simbol dari gelap menuju terang. Sekarang ini adalah kebangkitan-Nya yang dirayakan dengan penuh sukacita," kata Romo Rudy di Gereja Katedral Semarang, Minggu (5/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia pun menerangkan, Paskah menjadi momentum bagi umat untuk mengalami pembaruan hidup. Dalam pesannya kepada umat, Romo Rudy mengajak umat untuk meninggalkan kehidupan lama dan bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik.

"Pesannya supaya yang lama diganti yang baru, kegelapan yang biasanya orang suka di situ diganti terang, kematian diganti kehidupan. Dalam bahasa modern kita ingin mewujudkan peradaban kasih, yang memelihara hidup dan terus mengembangkannya sampai ke kehidupan yang kekal," tuturnya.

Ia berharap, perayaan Paskah mampu membawa transformasi dalam kehidupan umat, sehingga umat bisa menjalani hidup yang lebih baik pasca Paskah.

"Semestinya hidup diperbaharui, tidak seperti dulu lagi. Karena kita yakin Allah akan terus hadir, menyertai, dan menegakkan," ucapnya.

Misa Minggu Paskah di Gereja Katedral pagi ini pun dimeriahkan dengan operet atau pertunjukan drama singkat yang dilakukan oleh anak-anak. Kemudian umat juga menerima komuni sebagai bagian dari perayaan Ekaristi.

Tampak ada pula pembaruan janji baptis sebagai simbol pembaruan hidup umat. Usai umat mengucapkan janji yang berisi menolak dosa dan percaya kepada Tuhan, imam memercikkan air suci kepada umat.

Perayaan Paskah tahun ini juga terasa istimewa karena dihadiri jemaat dari berbagai daerah. Salah satunya Sera (35), jemaat asal Solo yang sengaja datang ke Semarang untuk merayakan Paskah bersama keluarga.

"Saya kebetulan aslinya dari Solo, tapi memang dari kemarin di Semarang. Asli Semarang tapj tinggal di Solo, jadi merayakan Paskah di Katedral Semarang, ujar Sera.

Menurutnya, suasana Paskah di Gereja Katedral Semarang terasa sangat hangat dan penuh kebersamaan. Terlebih bagi keluarga yang datang dari luar kota untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus beribadah dengan penuh sukacita.

"Memang sengaja dari Solo mau merayakan Paskah di Semarang. Nanti mau lanjut kumpul bareng sama keluarga juga," lanjutnya.

Ia mengaku senang bisa mengikuti ibadah di Gereja Katedral Semarang, terlebih di sesia Paskah keluarga. Sera yang datang bersama keluarga kecilnya itu juga sempat melukis telur paskah bersama anak-anaknya.

"Senang banget karena sudah lama nggak bisa (ibadah) di sini. Kebetulan hari ini Paskah Keluarga, sehingga mengajak anak-anak untuk bisa ikut Paskah di Hari Minggu," tuturnya.

"Seru banget sih, karena Paskah kali ini anak-anak juga dilibatkan. Mulai tadi dari awal sudah ada tarian, paduan suara juga anak-anak, tarian lagi di tengah, juga kita sempat melihat tableu atau anak-anak yang berkreativitas," katanya.

Jemaat lainnya, Lukito (47), juga menyebut perayaan tahun ini terasa lebih hidup karena banyak keluarga yang hadir, termasuk dari luar daerah.

"Perayaan Paskah hari ini sangat meriah, khususnya di Paskah Keluarga. Lebih banyak kegiatan untuk anak-anak seperti operet Paskah," ujarnya.

Lukito yang hadir bersama kedua anak dan istrinya itu turut berharap, semangat Paskah dapat membawa kedamaian, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga bagi dunia.

"Semoga dunia ini damai, semua peperangan selesai, aman, damai, sejahtera, tidak ada perang, semua hidup rukun," ucapnya.

Sementara itu jemaat lainnya, Silvia (47) juga berharap nilai-nilai Paskah bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hubungan sosial di masyarakat.

"Harapannya kita bisa saling menghargai, bukan cuma sekadar teori, tapi betul-betul dipraktikkan. Entah dalam kehidupan bertetangga, bernegara, bermasyarakat," harapnya.

"Kalau kita bisa saling menghargai, pasti kita bisa damai, baik antarnegara, dan dalam segala hal. Itu harapan kami di Paskah hari ini," sambungnya.




(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads