Bagi umat Kristiani, peristiwa seputar kematian dan kebangkitan Yesus tidak hanya dirayakan dalam 1 hari saja. Sebelumnya, umat Kristiani akan melaksanakan serangkaian ibadah atau perayaan, seperti puasa, Kamis Putih, dan Jumat Agung. Sebelum Minggu Paskah, umat Kristiani akan melaksanakan ibadah Vigili Paskah.
Mengutip laman Komkat KWI, Vigili Paskah atau Malam Paskah merujuk pada serangkaian ibadah yang dilakukan pada malam hari sebelum Paskah. Kata "Vigili" sendiri berasal dari kata "Vigilis" yang berarti "berjaga-jaga/bersiap-siap." Perayaan ini menjadi momen umat Kristiani untuk berjaga-jaga bersama Yesus dan bersiap menantikan kebangkitan Yesus dari kematian menuju kehidupan yang baru.
Agar lebih memahami Vigili Paskah, simak penjelasan tentang makna dan rangkaian perayaannya di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makna Vigili Paskah
Dikutip dari laman Roman Catholic Archdiocese of Singapore, Vigili Paskah dimulai setelah matahari tenggelam karena mengikuti pemahaman Yahudi kuno yang menganggap hari baru dimulai saat matahari terbenam. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Kejadian 1:5, "Maka jadilah petang dan jadilah pagi, hari pertama."
Waktu terbenamnya matahari juga melambangkan transisi dari kegelapan ke terang, dari dosa dan kematian ke kebangkitan Kristus.
Zaman dahulu, umat Kristiani akan berkumpul di malam hari dan menunggu fajar sebagai tanda kemenangan Kristus atas kematian. St. Augustine menggambarkan malam Paskah sebagai induk dari segala malam suci dan mencerminkan penantian para murid di kubur sebelum kebangkitan saat fajar.
Salah satu momen paling mengesankan saat Vigili Paskah adalah Upacara Cahaya dengan lilin Paskah. Prosesi ini melambangkan transisi dari kegelapan ke terang, dari kematian ke kebangkitan. Prosesi ini menjadi penggambaran yang menunjukkan bagaimana Kristus sebagai Terang Dunia memimpin umat-Nya keluar dari kegelapan menuju kemuliaan hidup baru.
Mengutip laman Katedral Jakarta, api pada lilin Paskah melambangkan Kristus sekaligus tiang api di perjanjian lama bagi orang Israel. Tiang api pada malam hari melambangkan terang cahaya Tuhan bagi orang Israel.
Rangkaian Perayaan Vigili Paskah
Dikutip dari laman Katedral Jakarta, seluruh perayaan Malam Paskah digelar pada malam hari, minimal pukul 6 sore dan berakhir maksimal pukul 6 pagi atau sebelum fajar menyingsing. Di luar waktu tersebut, suasana masih terang, sehingga tidak sesuai dengan simbolisme cahaya Kristus saat gelap.
Mengutip laman Komkat KWI, perayaan Malam Paskah didasari oleh dekrit Ad Vigiliiam Paschalem yang dikeluarkan oleh Paus Pius XII tahun 1951. Dalam dekrit tersebut, perayaan Malam Paskah terbagi menjadi 4 bagian sebagai berikut.
1. Upacara Cahaya
Upacara cahaya diselenggarakan di luar gereja dalam kondisi gelap. Pada prosesi ini, Imam akan memberkati api baru yang menjadi terang di tengah kegelapan layaknya cahaya terang Kristus. Setelah itu, Imam akan memberkati lilin Paskah yang akan dinyalakan selama Paskah saat perayaan Ekaristi di gereja.
Lilin yang digunakan pada prosesi ini merupakan lilin baru dengan ukuran sesuai keperluan masa Paskah. Pada lilin tersebut, ditusukkan dupa dengan tanda salib, lambang alpha dan omega, serta angka tahun perayaan Malam Paskah. Tindakan ini menegaskan pada jemaat gereja bahwa Yesus adalah sang awal dan sang akhir serta segala kemuliaan dan kekuasaan adalah milik-Nya di sepanjang abad. Selanjutnya, Imam akan menancapkan 5 biji dupa di atas gambar salib tersebut yang melambangkan 5 luka Yesus saat disalib.
Lilin tersebut kemudian diarak masuk ke dalam gereja oleh Imam dan petugas lainnya. Selama perjalanan Imam menuju altar, para Misdinar akan membagikan api suci kepada jemaat. Selama diarak, lilin akan diangkat 3 kali sambil menyanyikan, "Kristus, cahaya dunia," dan dijawab umat dengan nyanyian, "Syukur kepada Allah," sambil berlutut.
Setelah mencapai altar, lilin akan diletakkan di tempatnya dan dinyalakan terus-menerus selama masa Paskah hingga sore hari menjelang Pesta Kenaikan Tuhan. Selanjutnya, Imam atau diakon akan menyanyikan Madah Pujian Paskah.
2. Liturgi Sabda
Pada bagian ini, dibacakan ayat-ayat dari Perjanjian Lama dan Baru serta diselingi dengan Mazmur dan doa singkat yang dipimpin oleh Imam. Terdapat 9 bacaan berupa 7 bacaan Perjanjian Lama dan 2 bacaan Perjanjian Baru.
Selanjutnya, Gloria akan dinyanyikan secara meriah sambil membunyikan lonceng. Sebelum Gloria dinyanyikan, lilin altar dan lampu gereja dapat dinyalakan, sedangkan lilin umat dipadamkan. Setelah itu, dibacakan bacaan dari surat Paulus yang disebut bacaan epistola.
Setelah itu, Imam atau diakon akan melagukan Alleluya pada bait pengantar Injil yang diambil dari Mazmur 117. Prosesi ini dilanjutkan dengan pemberian homili oleh Imam.
3. Liturgi Baptis
Prosesi ini diawali dengan pemberkatan air dalam bejana baptis, lalu diikuti dengan nyanyian Litani Para Kudus. Pada proses ini, lilin Paskah akan dicelupkan 3 kali ke dalam air yang menjadi tanda pengkudusan air suci yang dilakukan oleh Yesus sebagai pemberi hidup baru. Air hasil pemberkatan ini akan dipercikkan kepada umat untuk mengingatkan kembali akan kehidupan baru yang telah diterima melalui baptis.
Selanjutnya, dilakukan penerimaan Sakramen Baptis pada calon Baptis yang diikuti dengan pembaharuan janji baptis.
4. Liturgi Ekaristi
Bagian terakhir dari Vigili Paskah ini diawali dengan persembahan, lalu dilanjutkan dengan prefasi Paskah dan Doa Syukur Agung. Liturgi Ekaristi akan diakhiri dengan pemberian Berkat Meriah Paskah dengan cara dilagukan bersahut-sahutan antara Imam dan umat.
Demikian penjelasan tentang makna dan rangkaian perayaan Vigili Paskah. Semoga membantu!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(sto/afn)











































