Hari Paskah merupakan salah satu perayaan penting dalam tradisi keagamaan yang diperingati oleh umat Yahudi dan Kristen. Meski memiliki nama yang sama, Paskah ternyata memiliki latar belakang sejarah dan makna yang berbeda di masing-masing kepercayaan. Karena itu, tidak sedikit orang yang masih bingung mengenai asal-usul dan perbedaan keduanya.
Secara umum, Paskah berkaitan dengan peristiwa besar yang menjadi dasar keyakinan masing-masing agama. Dalam kepercayaan Yahudi, Paskah erat kaitannya dengan sejarah pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Sementara dalam kepercayaan Kristen, Paskah menjadi momen untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus yang diyakini sebagai inti keimanan.
Untuk lebih memahami esensi dari Hari Paskah, detikers perlu mengetahui sejarah dan asal usul dari hari suci ini. Oleh sebab itu, simak informasi lebih lanjut dalam artikel berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Hari Paskah?
Hari Paskah adalah sebuah hari suci yang diperingati oleh umat Yahudi dan umat Kristen. Meski memiliki istilah yang sama, latar belakang sejarah dari kedua peringatan ini berbeda. Hari Paskah umat Yahudi identik dengan pembebasan sementara Hari Paskah umat Kristen menjadi simbol pengorbanan Yesus Kristus.
Dikutip dari artikel 'Makna Paskah Yahudi dalam Hubungannya dengan Paskah Kristen Menurut Kitab Keluaran 12-12' karya Claudio Modeong, dkk., kata Paskah berasal dari kata Ibrani "pesah" yang dalam bahasa Yunani dikenal sebagai "pascha". Istilah "pesah" ini berakar dari kata kerja "psh" yang dalam Perjanjian Lama bermakna "melewati", "melindungi dan menyelamatkan", serta "berjalan pincang" atau "berjingkat-jingkat".
Menurut buku Sejarah Agama dan Kepercayaan di Dunia karya Siti Fauziyah, dalam kepercayaan umat Yahudi, Paskah adalah hari raya untuk memperingati pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir oleh Tuhan. Sementara itu, Paskah menurut umat Kristen adalah sebuah hari untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus dalam kehidupan yang baru.
Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa meski memiliki istilah yang sama, makna dari Hari Paskah dalam dua kepercayaan ini memiliki latar yang berbeda.
Sejarah Singkat Hari Paskah
Agar detikers bisa lebih mudah memahami esensi dari Hari Paskah, berikut dipaparkan sejarah singkat Hari Paskah dari pandangan Yahudi dan Kristen yang dirangkum dari buku Kalender Agama Abrahamik tulisan Fathor Rausi.
1. Hari Paskah dalam Tradisi Yahudi
Paskah berasal dari bahasa Ibrani yang bermakna lewat atau menyeberang. Pengertian ini mengisyaratkan keluarnya Bani Israil (bangsa Israel) dari Mesir atau lewatnya malaikat di depan pintu orang-orang Mesir.
Menurut sejarah kepercayaan umat Yahudi, orang yang pertama merayakan Hari Paskah adalah Nabi Musa yang dilakukan pada bulan purnama pertama setelah musim semi. Perayaan itu dilakukan ketika Musa bertekad membawa Bani Israil kabur dari Mesir. Musa memerintahkan setiap keluarga menyembelih sapi atau kambing yang bagus berusia tidak lebih dari 1 tahun pada sore hari.
Bagian dari hasil sembelihan digunakan untuk berbagai hal. Darah sapi atau kambing dioleskan pada pintu sebagai tanda pengenal Bani Israil. Sementara dagingnya dimakan dengan roti setengah matang hingga habis.
Musa mengabarkan kepada Bani Israil bahwa malaikat akan turun ke bumi dan membunuh semua anak pertama yang lahir di antara orang-orang Mesir, kecuali pintu yang sudah diolesi dengan darah. Kemudian pada malam harinya, Musa mengajak seluruh umat Bani Israil untuk pergi meninggalkan Mesir dan berhasil kabur dari kejaran Firaun.
Setelah peristiwa itu, umat Yahudi memperingati Hari Paskah setiap tahunnya sebagai bentuk syukur terhadap keselamatan yang mereka dapatkan. Hari Paskah diperingati setiap tanggal 14 Nisan (bulan dalam kalender Yahudi) di waktu sore.
2. Hari Paskah dalam Tradisi Kristen
Hari Paskah dalam pandangan umat Kristen bertujuan untuk mengikuti Yesus Kristus (Isa al-Masih) yang sebenarnya juga merupakan keturunan Bani Israil. Dalam sejarahnya, umat Kristen meyakini bahwa Yesus divonis dengan hukuman salib oleh Pontius Pilate pada hari Jumat. Yesus kemudian bangkit lagi dan naik ke langit pada hari Minggu. Hari itu kemudian dikenal sebagai Kebangkitan Yesus Kristus.
Kebangkitan Yesus Kristus diperingati oleh umat Kristen sebagai Hari Paskah. Menurut umat Kristen, peristiwa ini dianggap sebagai inti dari keselamatan umat manusia, di mana melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus memberikan jaminan hidup kekal dan pembebasan dari dosa.
Hari Paskah dirayakan pada hari Minggu setelah bulan purnama pertama yang terjadi setelah tanggal 21 Maret. Hari Paskah menjadi titik ukur dari beberapa perayaan hari penting lainnya dalam tradisi Kristen, seperti Kamis Suci, wafat Yesus Kristus, kenaikan Yesus Kristus, dan Jamuan Suci.
Perbedaan Hari Paskah Yahudi dan Kristen
Dirangkum dari artikel 'Perayaan Paskah dalam Tradisi Yahudi dan Katolik (Sebuah Studi Komparasi)' karya Muhammad Adlu, Paskah Yahudi dan Paskah Kristen memiliki makna yang sama-sama penting, tetapi berbeda dari segi tujuan dan latar belakangnya. Paskah Yahudi memperingati pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir sebagai bentuk pertolongan Tuhan, sekaligus menjadi momen refleksi atas kebebasan dan awal kehidupan baru. Sementara itu, Paskah Kristen merayakan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, yang dimaknai sebagai kemenangan atas dosa dan dasar utama keselamatan dalam iman Kristen.
Selain itu, waktu perayaan dan makna teologis keduanya juga berbeda. Paskah Yahudi mengikuti kalender Ibrani pada bulan Nisan dan berlangsung sekitar delapan hari, sedangkan Paskah Kristen ditentukan berdasarkan kalender Masehi, yaitu hari Minggu setelah bulan purnama pertama setelah 21 Maret. Secara teologis, Paskah Yahudi berfokus pada pembebasan fisik dan sejarah umat Israel, sedangkan Paskah Kristen menekankan pembebasan dari dosa dan harapan akan kehidupan yang kekal.
Demikian penjelasan singkat mengenai sejarah Hari Paskah menurut kepercayaan Yahudi dan Kristen. Semoga artikel ini bermanfaat ya!
Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(sto/dil)











































