Petani Tebu Blora Demo Tuntut Pabrik Gula Gendhis Kembali Giling

Petani Tebu Blora Demo Tuntut Pabrik Gula Gendhis Kembali Giling

Achmad Niam Jamil - detikJateng
Kamis, 02 Apr 2026 14:54 WIB
Petani Tebu Blora Demo Tuntut Pabrik Gula GMM Kembali Giling
Aksi unjuk rasa petani tebu di Alun-Alun Blora, Kamis (2/4/2026). (Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng)
Blora -

Petani tebu menggelar aksi unjuk rasa di Alun-Alun Blora, hari ini. Demo digelar buntut mandeknya pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Kecamatan Todanan, Blora.

Massa aksi berasal dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APRTI) Kabupaten Blora. Pendemo sekitar 2.000 orang mulai berdatangan sekira pukul 10.00 WIB dengan mengendarai truk lengkap dengan sound system.

Ada juga yang menggunakan traktor besar. Sekitar 200 truk terparkir di alun-alun, dengan dihiasi tebu dan juga spanduk tuntutan. Massa aksi menghadap ke rumah dinas Bupati Blora.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spanduk tuntutan bertuliskan berbagai aspirasi di antaranya, 'Bulog tidak pro petani tebu', 'Bulog tidak mendukung program Presiden Prabowo untuk swasembada gula', dan 'GMM ora giling bojo yo ora iso glowing...!'.

Ketua APTRI Blora Sunoto berorasi di tengah ribuan dengan menyampaikan aspirasi para petani. Adapun tuntutannya yaitu membenahi PG PT GMM agar beroperasi kembali, mengganti semua manajemen dengan orang yang profesional, kepada Dirut BULOG Pusat apabila BULOG tidak sanggup mengelola PG GMM harus merelakan untuk dikelola pada pihak lain atau dijual agar petani Blora tidak menjadi korban.

ADVERTISEMENT

"Yang jelas GMM harus operasional, petani Kabupaten Blora tidak menjadi korban," jelas Sunoto saat berorasi, Kamis (2/4/2026).

Dirinya berharap, dengan aksi tersebut, aspirasi petani tebu didengar dan tersampaikan oleh Direktur Utama Bulog dan juga Presiden RI.

"Tujuan kita tidak lain adalah agar apa yang kita sampaikan hari ini Bapak Dirut mendengar dan untuk merealisasikan, betul? Dan yang kedua, Bapak Presiden biar mendengar keluhan rakyatnya," jelas dia.

"Karena menurut kami program Pak Presiden yang akan mengadakan swasumbara gula tahun 2027 ini bertentangan dengan apa yang keadaan di Bulog," ucapnya.

Selama aksi berlangsung, sempat ada aksi saling dorong antara massa dengan aparat keamanan namun berhasil dicegah. Sekira pukul 12.00 WIB masa aksi meninggalkan alun-alun.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto mengatakan bahwa aksi berjalan aman dan kondusif. Sempat terjadi aksi dorong, namun berhasil diantisipasi.

"Itu dorong dorongan sebagai wujud terlalu semangat. Namanya situasi panas, jadi dipicu cuaca panas, terus petani ingin menyampaikan aspirasinya. Semua bisa kami kendalikan dan aman kondusif," jelasnya.

Respons Bulog

Perum Bulog merespons aksi demo tersebut dengan menyatakan bakal memfasilitasi penyaluran hasil panen ke pabrik gula yang tersebar di Jawa Tengah.

"Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Blora melalui langkah konkret membantu penyaluran hasil panen tebu masyarakat ke pabrik gula (PG) milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang tersebar di wilayah Jawa Tengah," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melalui siaran pers, Kamis (2/4/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Bulog dalam memperkuat ekosistem pangan nasional sekaligus memastikan hasil panen petani terserap secara optimal oleh industri pengolahan gula dalam negeri.

Rizal dalam keterangannya menyampaikan bahwa Bulog siap berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan petani dengan kapasitas industri gula nasional.

"Kami berkomitmen hadir di tengah petani, termasuk di Blora, untuk memastikan hasil panen tebu mereka dapat tersalurkan dengan baik ke pabrik gula, sehingga memberikan nilai tambah dan kepastian pasar bagi petani," ujarnya.

Komitmen ini juga menjadi respons konstruktif atas dinamika yang berkembang di lapangan, termasuk adanya aksi penyampaian aspirasi oleh sebagian petani tebu di Blora.

"Bulog memandang aspirasi tersebut sebagai bagian dari perhatian bersama untuk memperbaiki tata niaga tebu dan gula nasional agar semakin berpihak kepada petani," jelasnya.

Pihaknya menegaskan bahwa Bulog terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, PTPN, dan SGN, guna memastikan proses penyerapan berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi petani.

"Dengan langkah ini, Bulog berharap dapat meredam berbagai persepsi negatif yang berkembang, sekaligus menunjukkan kehadiran nyata negara dalam menjaga stabilitas sektor pangan dan kesejahteraan petani," ucapnya.




(aku/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads