202 Warga Brebes Suspek Campak, 4 Orang Dinyatakan Positif

202 Warga Brebes Suspek Campak, 4 Orang Dinyatakan Positif

Imam Suripto - detikJateng
Rabu, 01 Apr 2026 15:44 WIB
Ratusan warga Brebes terindikasi kasus campak, dinkes nyatakan ada 4 orang positif.
ilustrasi penyakit campak. Foto: Freepik
Brebes -

Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat 202 warganya terindikasi atau suspek penyakit campak. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan terdapat empat warga Brebes yang dinyatakan positif campak.

Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dr Heru Padmonobo mengatakan ada kenaikan kasus suspek campak di Brebes dalam beberapa hari terakhir. Tercatat ada 197 orang terindikasi kasus campak. Namun, hari ini jumlahnya bertambah 5 orang sehingga menjadi 202 orang suspek campak.

Mereka dicurigai sebagai penderita campak dengan gejala panas, ruam-ruam merah, batuk pilek, nyeri tulang, dan nyeri badan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dicurigai kasus campak atau suspek per hari ini 202 kasus. Di hari kemarin (Selasa) ada 197. Jadi per hari ini ada penambahan 5 kasus suspek campak," kata Heru kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Rabu (1/4/2024).

ADVERTISEMENT

Kemudian, dari pasien suspek diambil sampel darahnya untuk diperiksa di Balai Besar Labkesmas Yogyakarta. Heru menambahkan, baru 5 sampel darah yang sudah diperiksa dan hasilnya 4 dinyatakan reaktif atau positif terkena campak. Dari 4 yang dinyatakan positif, semua berasal dari Kecamatan Salem, yakni dari Desa Bentar dan Salem.

Hingga hari ini, Heru mengakui belum semua sampel diperiksa laboratorium. Alasan utamanya adalah ketersediaan reagensia yang terbatas.

"Baru 5 sampel yang diperiksa. Lainnya belum karena keterbatasan reagensia dan masih menunggu kiriman dari pusat. Hasil dari 5 sampel itu, 4 di antaranya positif atau 80 persen," jelas Heru.

Menurut Heru, peningkatan jumlah penderita suspek campak tidak hanya di Brebes. Kenaikan angka suspek campak terjadi hampir di seluruh Indonesia.

Heru mengatakan pihaknya mempersiapkan langkah antisipasi berupa pencegahan penyebaran di kalangan nakes. Karenanya, para kepala puskesmas dan rumah sakit diinstruksikan melindungi nakes agar tidak terserang penyakit ini.

"Untuk internal kita sendiri, kami sudah menginstruksikan para direktur dan kepala puskesmas untuk melindungi nakes, status kesehatan nakes dengan SOP agar dalam penanganan juga terlindungi," beber Heru.




(par/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads