Detik-detik Pria Diduga ODGJ Ngamuk Bacok 6 Orang di Grobogan

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 30 Mar 2026 09:41 WIB
Ilustrasi. (M Fardan/detikcom)
Grobogan -

Seorang pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Dusun Gundi RT 1 RW 4, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan ngamuk dan membacok enam orang menggunakan parang. Akibat kejadian itu, para korban mengalami luka.

Selain melukai warga, pelaku juga sempat mencekik sang ibu hingga pingsan. Pelaku akhirnya berhasil diamankan.

Kapolsek Kradenan, AKP Edy Sutarjo, mengungkap detik-detik pembacokan horor yang dilakukan oleh pelaku. Peristiwa ini bermula ketika pelaku, Supriyanto (32) marah-marah mencari handphone di rumah ayahnya, Suroto (65) pada Minggu (29/3) sore. Lantaran tidak menemukan HP-nya, pelaku kemudian mencekik leher ibunya.

"Saat itu ibu pelaku bernama Suwarti dicekik lehernya hingga tidak sadarkan diri," kata Edy saat dimintai konfirmasi detikJateng, Senin (30/3/2026).

Edy menyebut pelaku kemudian pergi ke warung milik saksi, Gunawan (35), dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. Di sana, pelaku mengisi bensin dengan berhutang.

"Pada saat pelaku membuka jok Vario tersebut, saksi melihat di dalam jok terdapat parang dan saksi bilang 'kang pok pe ngarit? (mas apa mau mencari rumput?)' pelaku menjawab 'iyo (iya)', kemudian terlapor pergi ke arah barat," ujar Edy.

Edy menuturkan bahwa Gunawan kemudian diminta oleh seorang tetangganya, Giyem, untuk mendatangi rumah ibu pelaku. Sebab menurut Giyem, pelaku sudah beberapa hari tampak linglung.

"Bu Giyem memanggil saksi (lalu berkata) 'Mas Gun jajal cek Mbah Titik, wonge neng mah tulong delok (orangnya di rumah tolong dilihat), soale si Supriyanto telung dino koyok wong linglung (soalnya si Supriyanto tiga hari seperti orang linglung)'," tutur Edy.

Gunawan bersama satu orang lain lalu mendatangi rumah tersebut. Di sana, ia menjumpai ibu pelaku dalam keadaan berbaring di atas tempat tidur dalam kamar.

Menurut Edy, usai memeriksa keadaan ibu pelaku, Gunawan kemudian keluar dari rumah tersebut. Namun tiba-tiba Supriyanto datang dan mengayunkan parang ke arahnya.

"Kemudian datang pelaku yang saat itu menyetandarkan motornya lalu membuka jok dan mengambil parang. Setelah itu pelaku tanpa bicara, parang tersebut diayun-ayunkan ke atas mengarahkan ke saksi," ujar Edy.

Edy mengatakan Gunawan berhasil menghindari ayunan parang dari Supriyanto. Pelaku kemudian mendekati Markini (63) yang sedang menggendong cucunya di tepi jalan depan rumah tersebut.

"Setelah itu pelaku dengan menggunakan parangnya membacok ke arah korban hingga mengenai telinga sebelah kiri," jelas Edy.

Gunawan sempat mencoba mengalihkan perhatian Supriyanto agar berhenti melukai Markini. Saat itu, Supriyanto kembali mengayunkan parang ke Gunawan dan kembali berhasil dihindari.

"Saat itu, cucu Marikini yang masih berusia tiga tahun turun dan lari ketakutan. Kemudian pelaku mendekati Markini lagi, lalu mengayunkan parang yang dipegang ke Markini dan mengenai tangan kanan dan kiri," ungkap Edy.

Edy menuturkan Markini kemudian masuk ke dalam rumah warga bernama Kandar. Gunawan juga kemudian pulang ke rumah karena ketakutan.

Edy menjelaskan pelaku sempat mengalami depresi berat. Pelaku juga diketahui punya riwayat epilepsi.

"Terkait gangguan jiwa atau seperti apa, itu nanti akan diterangkan oleh ahli dari RSUD. Tetapi pelaku ini depresi berat karena berpisah dengan istrinya, dan sering kambuh. Ada epilepsi juga," ungkap Edy.




(apl/afn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork