Korps HMI-Wati (Kohati) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengecam dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan pengurus PB HMI terhadap junior perempuan di HMI Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Tindakan itu disebut mengkhianati nilai organisasi.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Kohati PB HMI, Sri Meisista. Ia menyebut kekerasan seksual yang diduga dilakukan kader HMI berinisial LT kepada juniornya yang masih menjadi mahasiswa Unissula, menjadi tamparan keras bagi organisasi.
Meisista turut menilai perbuatan LT yang juga merupakan alumnus Unissula itu bukan hanya melanggar hukum, tapi juga mencederai nilai-nilai dasar perjuangan HMI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekerasan seksual yang terjadi di Semarang adalah tamparan keras bagi kita semua. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga pengkhianatan terhadap nilai-nilai dasar perjuangan yang selama ini kita junjung tinggi," kata Meisista dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2026).
Meisista menegaskan tidak boleh ada ruang bagi pelaku kekerasan seksual di dalam organisasi. Ia juga menyoroti adanya relasi kuasa yang diduga dimanfaatkan pelaku terhadap korban.
"Tidak boleh ada lagi relasi kuasa yang disalahgunakan, tidak boleh ada tubuh perempuan yang dijadikan objek," tegasnya.
Ia menegaskan, HMI sebagai organisasi kader harus menjadi ruang aman bagi seluruh anggotanya, termasuk perempuan. HMI-Wan disebut harus berada di garis terdepan sebagai pelindung, bukan pelaku.
"Karena itu, tidak ada ruang sekecil apa pun bagi pelaku yang merendahkan martabat manusia, terlebih terhadap perempuan," ujarnya.
"HMI Wati juga harus memperkuat kesadaran diri bukan untuk menyalahkan korban, tetapi untuk menegaskan posisi bahwa perempuan bukan sebagai objek, melainkan subjek perjuangan, memiliki batas, memiliki nilai, memiliki kuasa atas dirinya sendiri," imbuhnya.
Ia menyebut, relasi antara HMI-Wan dan HMI-Wati harus dibangun atas dasar kemitraan yang setara dalam organisasi. Kecaman yang dilayangkan itu, ditegaskan bukan untuk memperburuk citra organisasi.
"Sikap tegas ini bukan untuk memperburuk citra HMI. Justru sebaliknya, ini adalah upaya merawat, memperbaiki, dan meninggikan marwah HMI," ucapnya.
Selain itu, Kohati juga mendorong agar kasus ini diproses secara tegas, baik melalui jalur hukum maupun mekanisme organisasi. Ia mendesak agar organisasi mengambil sikap tegas dengan tidak melindungi pelaku kekerasan seksual.
"Hari ini kita harus tegas, tidak ada toleransi untuk kekerasan seksual di tubuh HMI. Siapa pun pelakunya harus bertanggung jawab secara hukum dan organisasi, karena HMI bukan hanya tentang perkaderan, tetapi tentang menjaga martabat kemanusiaan," ungkapnya.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Korkom Sultan Agung Semarang, Tegar Wijaya Muhkti, menjelaskan dugaan kekerasan seksual itu terjadi saat momen pelantikan Pengurus Cabang HMI Semarang 2026.
"Pelaku datang dari Jakarta ke Semarang untuk menghadiri acara pelantikan tersebut. Setelah acara, pelaku memaksa bertemu di indekos korban dengan alasan cuaca," kata Tegar.
Ia mengatakan LT memaksa masuk ke kamar meski korban telah menjelaskan jika kos itu khusus untuk putri. Namun, LT beralasan ingin berteduh karena hujan.
"Saat kejadian, korban berada dalam tekanan dari seniornya. Saat korban masuk sebentar ke dalam kamar untuk mengambil handphone, pelaku tiba-tiba mengikuti dan memaksa masuk kamar dan terjadi lah tindak pelecehan tersebut," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual kepada seorang mahasiswi aktif yang merupakan juniornya. Terduga pelaku berinisial LT yang merupakan alumni Unissula telah dilaporkan ke Polda Jateng.
Ketua Umum HMI Korkom Sultan Agung, Aldi Maulana membenarkan adanya peristiwa itu. Ia menyebut, peristiea terjadi 16 Maret 2026 lalu.
"Terduga pelaku inisial LT, alumni Unissula dan juga kader HMI Sultan Agung, tetapi sekarang aktif berkiprah di LTMI PB HMI. Untuk korban sendiri sekarang masih mahasiswa aktif Unissula dan kader HMI Unissula," kata Aldi saat dihubungi detikJateng, Rabu (25/3).
